Cuaca Buruk, Tiga Kapal Nelayan Rembang Urung Melaut

Sabtu, 21 Desember 2013 | 12:08 WIB
Nelayan Rembang

Nelayan Rembang

REMBANG, MataAirRadio.net – Setidaknya tiga kapal nelayan asal Kabupaten Rembang urung melaut menangkap ikan karena cuaca buruk pada Sabtu (21/12) pagi. Ketiga kapal tersebut milik nelayan Desa Tasikagung Kecamatan Rembang.

Mereka baru berlayar sekitar lima kilometer dari garis Pantai Rembang, namun memutuskan untuk kembali. Komandan Pos Angkatan Laut Rembang Letda Hartono menyebut, gelombang laut kini berketinggian 2,5 meter. Tetapi gelombang tinggi belum disertai dengan angin kencang.

Hartono mengaku mengontak hampir setiap nelayan Rembang melalui saluran radio. Berdasarkan pantauannya pada hari Sabtu (21/12) jam delapan pagi, kondisi nelayan masih aman.

Nelayan yang terpantau aman, berada di sekitar Pulau Bawean, Karamian, dan Masalembo. Pihak Pos Angkatan Laut Rembang juga sudah menginformasikan cuaca buruk ini kepada nelayan melalui komunikasi radio.

Dari pantauannya, saat ini sudah ada sekitar 12 kapal nelayan yang berlindung di sekitar Bawean, sedangkan di sekitar Karamian dan Masalembo ada tidak kurang 24 kapal. Dia mengimbau nelayan lain untuk segera berlindung mengingat kondisi cuaca yang kurang bersahabat.

Letda Hartono meminta kepada nelayan agar menangguhkan sementara melaut sembari menunggu normalnya cuaca. Jika pun melaut nanti, perlu dipastikan kelengkapan dan keamanan awak kapal seperti pelampung dan radio. Dia juga meminta awak kapal untuk mengintensifkan komunikasi dengan Pos Angkatan Laut Rembang.

Miftakhul Maazis, pengurus kapal warga Pabean Tasikagung mengatakan, cuaca laut saat ini memang kurang bersahabat. Sejumlah nelayan mengatakan ketinggian ombak mencapai tiga meter. Ketinggian ombak saat ini merisaukan nelayan. Apalagi hempasan angin menjadi hambatan terbesar kapal nelayan yang saat ini tengah melaut. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan