70 Kapal Nelayan Rembang Tersandera Cuaca Buruk

Kamis, 10 Januari 2013 | 18:41 WIB

REMBANG – MataAirRadio.net, Sedikitnya 70 kapal nelayan asal Tasikagung Kecamatan Rembang dilaporkan masih tersandera cuaca buruk di laut dan tengah berlindung di sejumlah pulau kecil.

Kepala Desa Tasikagung Supolo kepada reporter MataAir Radio, Kamis (10/1) petang mengungkapkan, sekitar 70 kapal tersebut ada yang sudah siap pulang, namun ada pula yang mestinya masih beroperasi menangkap ikan.

Supolo menyebutkan, kapal-kapal milik nelayan dari desanya tersebut, kini sedang berlindung di beberapa pulau kecil seperti Karamian, Matasiri, Masalembu, dan Kota Baru, lantaran ombak di perairan setempat mencapai lima meter.

Kepala Desa Tasikagung Supolo juga mengatakan, dari 70 kapal tersebut, sekitar 30 kapal di antaranya telah sarat muatan. Dari informasi yang diterimanya, satu kapal, rata-rata telah memuat 50 ton ikan.

Itu artinya, ada sekitar 1.500 ton ikan yang kini terkatung-katung di lautan. Apalagi, sejumlah bakul ikan yang biasanya membeli ikan hasil tangkapan nelayan, kini tak lagi berani mendekat lantaran khawatir juga terjebak cuaca buruk.

Supolo menegaskan, saat ini pihaknya terus memantau dan memonitor setiap saat perkembangan kondisi para nelayan dari desanya yang tengah berlindung dari kondisi cuaca yang tidak bersahabat dengan mereka.

Sementara itu, sampai dengan Kamis (10/1) petang, Pemerintah Desa Tasikagung belum juga menerima informasi terkait nasib kapal motor bernama lambung Sumber Rejeki Putra yang karam berikut 14 awak di kawasan 20 mil dari Pulau Karamian pada Rabu (9/1) dini hari sekitar pukul 04.30 WIB.

Pencarian terhadap bangkai kapal serta nelayan yang tenggelam dan hilang juga tidak bisa dilakukan maksimal lantaran cuaca laut masih ekstrem. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan