Cedera Hamstring, Abdul Latief Belum Pulih Total

Thursday, 16 May 2013 | 14:46 WIB
Tim PSIR Rembang ketika berlatih di stadion Krida Rembang. (Foto:AFTA)

Tim PSIR Rembang ketika berlatih di stadion Krida Rembang. (Foto:AFTA)

REMBANG, MataAirRadio.net – Kondisi fisik pemain belakang PSIR Abdul Latief saat ini sudah mulai membaik selepas menderita cedera otot paha. Kabar baik itu pun membuat Tim Pelatih Laskar Dampo Awang merasa lega.

MataAir Radio mencatat, Abdul Latief mengalami cedera hamstring usai melawan Persijap Jepara pada Rabu 17 April lalu. Latief terpaksa absen pada dua laga tandang masing-masing melawan Arema FC dan Persiba Bantul.

Direktur Teknik PSIR Bambang “Max” Handoyo kepada reporter radio ini, Kamis (16/5) siang mengakui, proses penyembuhan cedera hamstring membutuhkan waktu lama.

Namun Bambang meyakini, Abdul Latief tidak akan lagi absen pada enam pertandingan sisa di putaran pertama Indonesian Premier League (IPL) musim ini.

Apalagi berdasarkan pantauan tim pelatih selama beberapa pekan terakhir, mantan pemain Persijap Jepara ini telah melakukan terapi secara intensif untuk penyembuhan.

Meski sudah berangsur pulih, tim pelatih akan terlebih dahulu melakukan serangkaian tes fisik sebelum memutuskan menurunkan Abdul Latief di laga tandang melawan Persepar Palangkaraya dan Persibo Bojonegoro.

Namun, jika pun Abdul Latif terpaksa diistirahatkan, pihak Pelatih PSIR tidak merasa khawatir karena Ali Musthofa dan Didik wahyu siap bermain untuk mengantikannya.

Dari hasil evaluasi bersama jajaran pelatih, sebagai pemain luar daerah Abdul Latief telah memberikan kontribusi cukup memuaskan bagi PSIR. Karena itu, kemungkinan besar dia akan dipertahankan pada putaran kedua IPL yang akan bergulir pada Agustus mendatang. (Afta Ahmad)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan