Cara Menghitung Jarak Aman Di Belakang Mobil

Sunday, 19 July 2015 | 16:10 WIB
Ilustrasi (Foto: blog.myhometouch.com)

Ilustrasi (Foto: blog.myhometouch.com)

 

mataairradio.com – Tingkat kerapatan kendaraan yang tinggi menuntut pengemudi harus lebih waspada menjaga jarak aman. Tapi sebenarnya berapa jarak aman antar kendaraan?

Dalam teori defensive driving jarak aman mobil pengemudi dengan mobil didepannya adalah tiga detik. Mengapa pakai hitungan waktu bukan jarak dalam meter? Ada dua alasan, pertama, waktu relatif bisa disesuaikan dengan kecepatan kedua mobil bergerak. Alasan kedua, proses pengereman dengan keamanan dan kenyamanan butuh selama itu.

Dilansir dari laman otomotif.kompas.com, Rifat Sungkar, pendiri sekolah safety driving Rifat Drive Labs, menerangkan, dalam kasus pengereman mendadak, butuh waktu sekitar 0,5 detik sampai satu detik untuk proses dari otak memerintahkan sampai kaki menginjak pedal rem. Kerja mekanis sistem pengereman setelah menerima perintah sampai mulai melambatkan laju putar roda juga butuh 0,5 detik sampai satu detik.

Terakhir, dari kecepatan mulai mengerem sampai mobil berhenti juga butuh waktu. Kesimpulannya, tiga detik adalah waktu ideal untuk seluruh proses berlangsung. Manusia memang memiliki kemampuan beradaptasi dengan kondisi tertentu, tapi hal itu pun memerlukan waktu.

100 kpj

Dicontohkan, bila mobil melaju 100 kpj itu berarti mobil berpindah tempat sejauh 27,7 m selama satu detik. Maka pengemudi seharusnya mengatur jarak aman 27,7 m dikali tiga (hitungan jarak aman tiga detik), yaitu 83,1 m.

Menakar jarak segitu bisa jadi sulit dilakukan, namun ada cara lain untuk mengapilkasikan jarak aman tiga detik. Ketika berada di belakang mobil, pengemudi bisa menentukan jarak menggunakan objek statis. Misalnya, ketika mobil di depan melewati pohon di pinggir jalan, hitung waktu pohon itu sampai sejajar dengan mobil pengemudi. Bila di bawah tiga detik, berarti terlalu dekat.

Mendahului

Teori jarak aman tiga detik juga bisa dipakai sebagai acuan saat konvoi. Hal lain yang juga perlu diingat para pengemudi, jangan memosisikan mobil secara tiba-tiba di antara dua mobil yang sudah mengatur jarak aman. Selain menyebalkan, kondisi ini bisa memicu kecelakaan sebab mobil di belakang tidak cukup waktu melambatkan laju.

 

Sumber: otomotif.kompas.com
Editor: Arif Bahtiar




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan