Candimulyo-Pacing Rawan Garong

Rabu, 29 Mei 2013 | 15:42 WIB
Ruas jalam antara Candimulyo-Pacing Rawan Garong.

Ruas jalam antara Candimulyo-Pacing Rawan Garong.

SEDAN, MataAirRadio.net – Warga Desa Candimulyo dan Pacing Kecamatan Sedan tengah diselimuti kecemasan ketika bepergian ke luar rumah pada malam hari. Sebab, ruas jalan antara Candimulyo hingga Pacing kerap disatroni garong.

Haryanto, seorang warga setempat kepada reporter MataAir Radio, Rabu (29/5) pagi mengatakan, sudah sejak lima bulan lalu informasi terkait adanya kawanan garong di wilayah itu menghantui warga.

Ia menyebutkan, sekitar satu bulan lalu seorang warga yang melintas di wilayah itu pada malam hari, dicegat oleh kawanan bercadar dan mengendarai mobil serta sepeda motor. Menurut informasi yang diterimanya, kawanan tersebut meminta sejumlah uang dan barang berharga.

Kondisi jalan di ruas antardesa itu sebenarnya tidak terlalu buruk. Namun, karena sepi dan jauh dari permukiman, menjadikan lokasi itu rentan tindak kejahatan. Apalagi, ruas jalan sepanjang dua kilo meter itu terdapat tanjakan yang cukup curam.

Selain kasus itu, informasi yang dihimpun reporter radio ini di lapangan, seorang penjual jamu juga mengalami kejadian serupa. Ia dicegat oleh kawanan bercadar dan dimintai sejumlah uang serta barang berharga.

Menanggapi kecemasan warga, Kapolsek Sedan AKP I Made Hartawan membenarkan, informasi tersebut memang santer terdengar. Namun, pihaknya belum menerima laporan resmi dari warga yang menjadi korban.

Setelah menerima informasi, pihaknya pun mengaku sudah menerjunkan anggotanya ke lokasi untuk melakukan penyelidikan. Ia berharap, segera ada korban yang melapor guna memudahkan penyelidikan.

Ruas jalan Candimulyo-Pacing merupakan wilayah perdesaan dan tidak memiliki jalan tembus. Jarak antarpermukiman yang berjauhan dan medan yang menanjak, cukup rawan tindak kejahatan. Apalagi pada malam hari, ruas tersebut sangat gelap dan sepi dari lalu lalang sepeda motor. (Ilyas al-Musthofa)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan