Satu Calon Haji Rembang Sempat Tertinggal Akibat Anemia

Selasa, 16 September 2014 | 16:23 WIB
Ilistrasi. (Foto:images.detik.com)

Ilistrasi. (Foto:images.detik.com)

REMBANG, MataAirRadio.net – Satu orang calon haji asal Kabupaten Rembang sempat tertinggal terbang ke Tanah Suci bareng rekannya di Kloter 35 akibat anemia atau kekurangan butir darah merah. Dia adalah Mukdan Asmo Urip, warga Desa Tawangrejo Kecamatan Sarang.

Menurut Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama Rembang Shalehudin, Kloter 35 berangkat dari Bandara Adi Sumarmo pada Minggu (14/9) tengah malam. Tetapi, Mukdan yang ada di kloter itu malah harus dirawat di rumah sakit Moewardi Solo karena anemia.

Sebenarnya, petugas pendamping haji sempat mengingatkan yang bersangkutan agar dirawat dulu di Rembang sebelum berangkat ke Donohudan. Namun peringatan itu tidak direspon. Selasa (16/9) pagi, Udin bersyukur ketika dikabari bahwa Mukdan sudah berada kembali di embarkasi.

Mukdan sempat akan diberangkatkan pada Selasa (16/9) jam 12 siang. Namun dia gagal bareng karena tidak ada kursi yang kosong. Baru di Kloter 40 asal Pati, Makdun bisa diberangkatkan. Menurut Udin, Makdun akhirnya berangkat terbang ke Tanah Suci pada sekitar jam tiga siang.

Dia menambahkan, sebelum berangkat, petugas kesehatan sempat mewanti-wanti Mukdan agar mewaspadai asupan gizinya. Sebab, ibadah haji menuntut kerja fisik sehingga memberi efek bagi penderita anemia. Mereka akan lebih mudah merasa lelah dibanding jemaah lain yang tidak menderita anemia.

Anemia bisa diatasi dengan gizi seimbang melalui makan tiga kali dalam sehari. Jemaah diminta tidak menunda-nunda makan di tengah asyiknya beribadah. Untuk memperbanyak asupan zat besi, jemaah bisa banyak mengonsumsi sayuran hijau, kacang-kacangan, dan telur atau daging merah.

Sementara itu, sesampainya di Makkah, 674 calon haji asal Rembang akan menempati tiga pemondokan berbeda. Pemondokan ini sama-sama berada pada ring pertama dari Masjidil Haram. Mereka akan menghuni penginapan di Bakhutmah, Mahbas Jin atau Aziziyah, dan Zumaizah.

Bakhutmah memiliki radius 2,1 hingga 2,7 kilometer. Mahbas Jin atau Aziziyah berjarak 2-3 kilometer. Sementara Zumaizah berjarak 2,6 kilometer dari Masjidil Haram. Pada musim haji tahun lalu, jemaah haji asal Rembang juga menghuni tiga kompleks pemondokan tersebut. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan