Plt Bupati Dikado Korek Kuping Gara-gara Penebangan Pohon

Selasa, 9 September 2014 | 15:06 WIB
Penebangan sekitar 10 pohon penghijauan di sisi utara Alun-Alun Rembang. (Foto:Rif)

Penebangan sekitar 10 pohon penghijauan di sisi utara Alun-Alun Rembang. (Foto:Rif)

REMBANG, MataAirRadio.net – Penebangan sekitar 10 pohon penghijauan di sisi utara Alun-Alun Rembang berujung protes dari sejumlah kelompok masyarakat. Mereka kirim nota protes tahap pertama kepada Plt Bupati yang dianggap sebagai orang nomor satu di Rembang saat ini.

Mereka juga memberikan kado berupa bibit pohon bintaro, sekop, sulak, dan korek kuping sepanjang satu meter. Suparno, juru bicara kelompok yang mengatasnamakan LSM Semut Abang, Lira, dan OI mengatakan, tiga kado tersebut memiliki makna.

Bibit bintaro bisa digunakan untuk kembali menghijaukan lingkungan alun-alun. Sekop merupakan alat untuk memperbaiki lahan kering, sedangkan sulak merupakan sindiran kepada Plt Bupati untuk membersihkan oknum yang tak bertanggung jawab di balik penebangan pohon penghijauan.

Adapun korek kuping sepanjang satu meter disebut sebagai simbol agar para pejabat Rembang mendengarkan aspirasi masyarakat. Sebelum pengiriman nota protes ini, mereka yang mengklaim pecinta lingkungan ini sempat meminta klarifikasi dari Dinas Pekerjaan Umum. Namun tidak dijawab.

Plt Bupati Rembang Abdul Hafidz mengaku akan segera mengklarifikasi penebangan pohon di sisi utara alun-alun. Dia mengaku tak tahu persis teknisnya. Apakah memang perlu dipotong atau tidak. Jika tak perlu dipotong tetapi dirobohkan, maka pihaknya akan menegur keras.

Namun kendati kini telah tak ada lagi pohon penghijauan di sisi utara, Plt Bupati menjamin bakal ada gantinya. Dia pun akan mengoreksi penanaman bibit pohon di sekeliling alun-alun. Sejauh ini, Hafidz mengaku tak menangkap rencana ke depan dari penanaman pohon langka tersebut.

Dalam kesempatan itu, Plt Bupati juga angkat bicara seputar politisasi penataan alun-alun. Menurutnya cat hijau di sekeliling pagar pengaman proyek tidak ada kaitannya dengan politik. Misalnya dihubungkan dengan dirinya yang politisi PPP dengan warna identik hijau. Tudingan itu dianggapnya berlebihan.

Menurut Pejabat Pembuat Komitmen Proyek Penataan Alun-Alun Rembang Sigit Widyaksono, penataan tahap akhir alun-alun dilakukan termasuk areal parkir, trotoar, dan pagar pengaman trotoar di sisi utara. Pagar tersebut akan dibangun setengah meter dari Jalan Pantura.

Di dalam pagar, nantinya akan ditanami pohon yang selain sebagai peneduh, juga pembatas alun-alun dengan Jalan Pantura. Menurutnya, kebetulan karena posisi pohon cukup dengan dengan jalan dan terencana dalam pagar atau trotoar, sehingga ditata sekalian. Sigit menegaskan, penebangan beberapa pohon itu telah dikoordinasikan dengan Bidang Pertamanan. (Pujianto)




One comment
  1. panjalu

    September 11, 2014 at 11:44 am

    mungkin dah tak ada kerjaan lagi ya, kemaren menggebu-gebu mempertahankan berdirinya pabrik semen skrang kok genti peduli banget ama lingkungan. Tumben…

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan