Buka Tambak, Warga Nekat Babat Ribuan Mangrove

Rabu, 7 Maret 2012 | 09:00 WIB


KOTA – Sejumlah warga nekat membabat ribuan mangrove yang membentang dari Dusun Ngelak hingga pertengahan Dusun Wates Desa Tasikharjo Kecamatan Kaliori hanya untuk membuka areal tambak baru.

Anggota DPRD Kabupaten Rembang yang juga warga setempat, Imam Zarkasyi, Rabu (7/3) mengatakan, aksi sejumlah warga tersebut berlangsung setidaknya pada setahun terakhir.

“Sesama warga, saya sudah berusaha memberikan pemahaman agar mereka tidak merusak mangrove untuk membuka tambak. Namun, sebagian mereka belum bergeming,” kata dia.

Ia menyebutkan, saat ini mangrove yang telah ditebang telah mencapai sepanjang hampir tiga kilometer. “Padahal, tanaman tersebut sudah difungsikan untuk melindungi pantai dan tambak yang telah ada. Akibat aksi itu, kini ratusan hektare tambak terancam diterjang jika ombak besar,” kata dia.

Diungkapkan, kenekatan sejumlah warga membuka areal tambak baru dengan menebang mangrove diduga lantaran kondisi lahan yang berlumpur. “Pada kondisi tanah yang demikian, akan ditemui banyak biota yang bisa menjadi pakan ketika tambak sudah dibuka,” kata dia.

Untuk mengatasi meluasnya aksi membabat mangrove, pihak desa dilaporkan telah membuat garis batas. Dengan demikian, warga dilarang keras membuka areal tambak baru di luar garis batas tersebut.

“Beruntung, meski terjadi pembabatan mangrove di sepanjang Ngelak hingga pertengahan Wates, sebanyak 50.000 pohon mangrove yang belum lama ditanam di kawasan Pantai Barat Kaliori selamat dari ulah sebagian warga tersebut,” kata dia.

Kepala Desa Tasikharjo Sutono mengaku sudah berupaya mencegah aksi sebagian kecil warganya itu. “Dengan pembuatan garis batas, aksi pembabatan mangrove untuk keperluan pembukaan areal tambak baru, tidak lagi terjadi,” kata dia.

Belum lama ini, imbuh dia, warga juga telah berupaya mengembalikan sabuk pantai dengan menanam 10.000 mangrove untuk mencegah abrasi. “Kami berharap yang demikian tidak akan terulang,” kata dia. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan