Kelompok Budidaya Udang Sukowati Sluke Disorot Nasional

Selasa, 29 Oktober 2013 | 15:15 WIB
Tim Penilai Lomba Pokdakan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan datang ke tambak milik Kelompok Budidaya Udang Sukowati. (Foto:Dlun)

Tim Penilai Lomba Pokdakan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan datang ke tambak milik Kelompok Budidaya Udang Sukowati. (Foto:Dlun)

SLUKE, MataAirRadio.net – Kelompok Budidaya Udang Vannamei Sukowati Desa Sluke Kecamatan Sluke disorot secara nasional. Sebab, Sukowati menjadi satu dari lima kelompok budidaya ikan atau pokdakan di Indonesia yang memenuhi syarat akreditasi sehingga dikompetisikan.

Selasa (29/10) pagi, Tim Penilai Lomba Pokdakan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan datang ke tambak milik Kelompok Budidaya Udang Sukowati. Tim penilai mengambil sampel udang yang dibudidayakan. Tim yang dipimpin oleh Yaya Priyana ini lantas menilai budidaya yang dilakukan kelompok itu, mulai dari aspek teknis, ekonomi, dan sosial.

Secara teknis, tim ingin memastikan kesesuaian teknik budidaya yang ideal, menguntungkan atau tidak, dikelola secara kebersamaan dalam kelompok atau tidak, dan kontribusi mereka terhadap lingkungan sosial atau desanya. Menurut Yana, Kelompok Sukowati memenuhi syarat akreditasi.

Selain Pokdakan Sukowati Desa Sluke Kabupaten Rembang, tim juga menilai budidaya yang dilakukan pokdakan lain peserta lomba; dari Jawa Timur, Jawa Barat, Kabupaten Barru Sulawesi Selatan, dan Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara.

Sementara itu, Edi Sujiyanto, Ketua Kelompok Pokdakan Sukowati mengaku optimistis dengan penilaian tersebut. Secara teknis, dia yakin budidaya udang vannamei yang dilakukannya sudah benar.

Demikian juga dari sisi ekonomi, Edi memastikan, sudah dikelola secara bersama dalam kelompok. Secara sosial pun, mampu menginspirasi warga lainnya untuk mencicipi budidaya serupa.

Menurut Edi, secara umum, nyaris tidak ada kendala dalam membudidayakan udang vannamei pada tahun ini. Kondisi cuaca yang normal turut memberikan pengaruh pada angka kelangsungan hidup atau survival rates udang yang hampir mencapai 100 persen.

Dia juga menyebutkan, dari 46 petak kolam budidaya vannamei, bakal bisa dikantongi Rp200-300juta hingga akhir panen nanti. Biasanya, ia menjual komoditas itu ke perusahaan lokal Rembang, Sidoarjo, dan Surabaya– Jawa Timur.

Yana Priyana kembali mengatakan, melalui lomba kelompok budidaya ikan, salah satunya udang ini, konsumsi ikan secara nasional untuk mewujudkan ketahanan pangan berbasis produk perikanan, bisa meningkat.

Dalam penilaian kali ini, perwakilan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Rembang dan Provinsi Jawa Tengah, serta Camat Sluke turut mendampingi Tim Penilai dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. (Nugroho Ghozali)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan