Budaya Menggadaikan Barang Saat Musim Baratan Terkikis

Jumat, 4 Januari 2013 | 17:00 WIB

REMBANG – MataAirRadio.net, Budaya sebagian nelayan di Kabupaten Rembang menggadaikan barang berharga saat musim baratan tiba untuk membiayai kebutuhan hidup selama libur melaut akibat cuaca buruk, sudah mulai terkikis.

Demikian diungkapkan Asisten Manajer Perum Pegadaian Cabang Rembang, Kusworo kepada reporter MataAir Radio, Jumat (4/1). Menurut Kusworo, sebagian nelayan sudah memiliki manajemen pembelanjaan penghasilan yang lebih baik.

Kusworo menandaskan, jika beberapa tahun lalu, seorang nelayan akan cenderung membelanjakan habis penghasilannya, maka belakangan mereka sudah bisa mengendalikan konsumsi dan memilih menyisakan sebagian pendapatan untuk ditabung.

Berkaca pada kondisi tersebut, Perum Pegadaian Cabang Rembang, kata Kusworo, pada musim baratan kali ini hanya menyediakan dana segar sebesar dua miliar rupiah untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan dana dari kalangan nelayan.

Padahal, pada musim baratan tahun lalu, pihak Pegadaian Cabang Rembang masih mampu menyalurkan kredit untuk para nelayan lebih dari dua setengah miliar rupiah.

Asisten Manajer Perum Pegadaian Cabang Rembang Kusworo menambahkan, sepanjang 2013 pihaknya ditarget menyalurkan lebih banyak kredit dibandingkan 2012, hingga 40 persen.

Apabila pada 2012, Perum Pegadaian Cabang Rembang bisa menyalurkan kredit hingga Rp120 miliar, maka pada 2013, pihaknya ditarget mengeluarkan pembiayaan dengan sistem gadai lebih dari Rp160 miliar.

Sejauh ini, barang gadai masih didominasi dengan logam mulia jenis emas disusul surat berharga seperti bukti pemilikan kendaraan bermotor (BPKB) dengan bunga relatif rendah, satu persen.

Perum Pegadaian Cabang Rembang mencatat, berdasarkan data dari delapan unit Pegadaian Cabang Rembang, nasabah masih didominasi nelayan, sisanya secara berurutan pedagang, petani, dan swasta.

Angka kredit non lancar beberapa kali terjadi pada nasabah nelayan. Umumnya disebabkan oleh kondisi tangkapan yang benar-benar sedang sepi. Namun, mereka yang menunggak bayar rata-rata memilih membayar untuk beberapa bulan sekaligus pada saat sudah mempunyai dana. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan