BPBD Waspadai Titik Rawan Baru Bencana Banjir

Minggu, 23 Desember 2012 | 20:01 WIB

REMBANG – MataAirRadio.net, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang menyatakan mewaspadai titik-titik baru rawan bencana banjir di kabupaten setempat.

Kewaspadaan terhadap titik baru banjir ini, menurut Kepala BPBD Kabupaten Rembang Suharso kepada reporter MataAir Radio, Minggu (23/12), muncul pascabanjir bandang terjadi di Dusun Tlogo Desa Karangasem Kecamatan Bulu, Sabtu (22/12) kemarin.

Ia menjelaskan, hujan deras yang terjadi di kawasan hulu sungai, patut menjadi perhatian sekaligus sinyal bahaya dan siaga banjir bagi warga di wilayah hilir.

Suharso menyebutkan, daerah seperti Banyurip dan Panohan Kecamatan Gunem merupakan titik rawan baru bencana banjir yang menjadi fokus pemantauannya.

Khusus untuk banjir di Dusun Tlogo Desa Karangasem Bulu, Suharso menyatakan, segera akan melakukan penanganan pascabencana. Ia pun mengimbau warga agar tidak memaksakan melintasi sungai ketika hujan deras mengguyur kawasan hulu sungai.

Apalagi, menurut Suharso, di dusun tersebut, ada dua daerah aliran sungai yang kerap disebut warga sebagai kali tarung. Pertemuan dua sungai itulah yang dinilai bisa menggelontorkan arus deras sungai di wilayah bawah.

Sementara itu, dari pantauan reporter MataAir Radio di Dusun Tlogo Desa Karangasem, Minggu (23/12) petang, banjir bandang yang terjadi Sabtu (22/12) sore kemarin ternyata juga menyisakan longsor sepanjang 20 meter di tanggul dusun itu.

Kepala Desa Karangasem, Rosyid, berharap agar Pemerintah Kabupaten Rembang segera tanggap melakukan perbaikan karena warga menyatakan khawatir ada longsor susulan sehingga memicu mudah meluapnya air sungai. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan