BPBD Usulkan Pengelolaan Terpadu Dua Sungai

Selasa, 5 Juni 2012 | 08:23 WIB


KOTA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang akan mengusulkan pengelolaan terpadu dua sungai di daerah itu ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai langkah mengantisipasi kekeringan di masa mendatang.

Kepala BPBD Kabupaten Rembang, Suharso, Selasa (5/6) menyebutkan, dua sungai yang bakal dijadikan percontohan program pengelolaan sungai terpadu (PPST) tersebut adalah aliran Sungai Babagan dan Sungai Karanggeneng.

Menurut dia, program pengelolaan sungai terpadu tersebut penting tidak hanya untuk mengantisipasi kekeringan yang hampir selalu terjadi di banyak daerah di Kabupaten Rembang, tetapi juga untuk menopang kelangsungan pertanian warga di musim kemarau.

“Saat ini, kami masih mengkaji teknis pengelolaan kedua sungai itu bersama pihak pengelolaan sumber daya air. Kajian itu kami harapkan selesai pada tahun ini agar program tersebut sudah bisa dijalankan pada 2013,” terang Suharso.

Ia menjelaskan, pengelolaan sungai secara terpadu dilakukan dengan membuat bendung pada beberapa ruas di aliran sungai, per 3-5 kilometer. Misalnya aliran Sungai Babagan yang mencapai lebih dari 20 kilometer, akan terdapat 4-6 titik pembendung air.

“Meski dibendung, namun bukan dibendung penuh. Disisakan sedikit ketinggian untuk memberikan ruang meluapnya air sungai. Tujuannya tentu agar tidak meluber ke permukaan luar sungai,” katanya menambahkan.

Suharso mengaku, ukuran ketinggian bendungan agar tersisa ruang peluapan termasuk dalam tahap pengkajian sehingga pihaknya belum bisa memaparkannya saat ini.

“Konsep serupa juga sedang dikaji untuk parit-parit di sekitaran lahan pertanian. Untuk kepentingan ini, kami perlu berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Kehutanan setempat,” tandasnya.

Gagasan mengelola sungai secara terpadu sebagai tangkapan air sebenarnya telah dilakukan oleh sejumlah petani di sepanjang daerah aliran Sungai Telaga yang membentang dari Desa Karangasem Kecamatan Bulu setidaknya hingga Desa Pedak Kecamatan Sulang, belum lama ini.

Beberapa petani berlomba membendung aliran sungai tersebut dengan tetap menyisakan ruang untuk peluapan air sungai. Langkah tersebut mereka lakukan untuk menyelamatkan tanaman tembakau yang hendak masuk tahapan pemindahan benih dari bedengan ke areal lahan. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan