BPBD Kumpulkan Data Jembatan Berisiko Tinggi Bencana

Rabu, 29 Februari 2012 | 09:35 WIB


REMBANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang menyatakan sedang mengumpulkan data tentang jembatan-jembatan yang berisiko tinggi terhadap bencana di daerah itu.

“Inventarisasi jembatan-jembatan berisiko tinggi bencana tersebut penting untuk menyiapkan langkah perlindungan bagi masyarakat terhadap gangguan dan ancaman keselamatannya,” kata Kepala BPBD Kabupaten Rembang, Suharso, Rabu (29/2).

Menurut dia, diperlukan kajian dini secara komprehensif atas segala risiko bencana pada jembatan-jembatan yang secara teknis umurnya hampir habis atau sudah tua.

“Namun, harus kami akui, saat ini BPBD masih memerlukan tenaga teknis analisis risiko bencana. Sebab, rekomendasi penanganan risiko bencana yang diterbitkan oleh BPBD atas kegawatan kondisi jembatan, tidak bisa sekadar asumsi,” kata dia.

Suharso juga mengatakan, keberadaan tenaga teknis tersebut tidak hanya akan digunakan pada kasus bencana tertentu, tetapi untuk semua ancaman bencana di kabupaten ini.

“Misalnya untuk mengkaji tingkat sendimentasi di sepanjang daerah aliran sungai. Selama ini, sedimentasi parah pada aliran sungai memberikan andil cukup besar terhadap bencana banjir. Karenanya, perlu dilakukan analisis sedini mungkin,” kata dia.

Tenaga teknis analisis risiko bencana tersebut, imbuh dia, akan ditentukan dari internal BPBD namun saat ini masih terkendala oleh keterbatasan jumlah personel di badan baru itu.

“Prinsipnya, hasil kajian risiko bencana diperlukan untuk melindungi masyarakat agar jangan sampai terganggu dan terancam keselamatannya,” kata dia menegaskan.

Ia menambahkan, meski belum memiliki tenaga teknis analisis risiko bencana, BPBD telah mengantongi setidaknya dua jembatan dengan tingkat risiko bencana cukup tinggi.

“Jembatan Karaskepoh yang menghubungkan Desa Tuyuhan dengan Desa Karaskepoh tersebut sudah terbilang tua umur teknisnya. Selain itu, Jembatan Randugunting juga memiliki risiko bencana cukup tinggi,” kata dia. (Puji)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan