BPBD: Pekan Depan Cuaca Kembali Normal

Saturday, 18 May 2013 | 16:09 WIB
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Tengah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Rembang menyatakan cuaca akan kembali normal pekan depan. (Foto:Rif)

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Tengah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Rembang menyatakan cuaca akan kembali normal pekan depan. (Foto:Rif)

REMBANG, MataAirRadio.net – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Tengah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Rembang menyatakan cuaca akan kembali normal pekan depan. Para petani tembakau di wilayah setempat pun diimbau agar tidak terlalu mengkhawatirkan curah hujan yang masih tinggi.

Kepala BPBD Kabupaten Rembang Suharso kepada reporter MataAir Radio, Sabtu (18/5) siang menegaskan, musim hujan tahun ini tidak mengalami mundur. Menurutnya cuaca ekstrem yang terjadi di Jawa Tengah termasuk Rembang disebabkan oleh keadaan tekanan udara di Samudera Hindia yang rendah.

Alhasil intensitas hujan tinggi masih sering terjadi selama beberapa hari terakhir. Suharso menyebutkan berdasarkan prediksi dari BMKG cuaca panas akan mulai pekan depan wilayah Rembang.

Mendapat kabar pekan depan cuaca sudah mulai normal, salah seorang petani tembakau asal Desa Tanjung Kecamatan Sulang Juwadi mengaku lega dan bersyukur. Sebab jika hujan deras terus mengguyur, tanaman tembakau rawan layu bahkan bisa mati.

Manurut Juwadi, sejumlah petani tembakau lain di desanya telah selesai melakukan penanaman dan rata-rata tanaman saat ini sudah berusia sekitar sebulan. Pihaknya pun berharap pada saat panen nanti petani ada jaminan kepastian tentang kestabilan harga seperti tahun sebelumnya. (Afta Ahmad)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan