Kelamin Bocah Lima Tahun Diduga Disunat Jin

Kamis, 14 Februari 2013 | 15:35 WIB
Andika Wahyu Pratama diduga disunat jin.

Andika Wahyu Pratama diduga disunat jin.

SALE, MataAirRadio.net – Desa Tengger Kecamatan Sale masih saja gempar. Penyebabnya adalah kejadian misterius yang dialami Andika Wahyu Pratama, bocah berusia lima tahun yang kini masih duduk di bangku TK Darmawanita desa setempat. Sabtu sore 9 Februari lalu, kelamin bocah ini diketahui tiba-tiba sudah terkhitan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun reporter MataAir Radio, Kamis (14/2) pagi, peristiwa itu diketahui Harti, sang ibu, pada Sabtu sore sekitar pukul 17.00 WIB, saat hendak memandikan anak semata wayangnya tersebut.

Harti menuturkan, awalnya Andika Wahyu Pratama diketahui bermain di antara orang-orang yang sedang berkumpul di rumahnya untuk membantu memipil jagung. Sesaat kemudian, Andika dan Iru, kakak sepupu Andika masuk ke dalam kamar.

Saat itu, hanya terdengar suara cekikan dan diyakini keduanya sedang bergurau. Namun tak lama berselang, suara keduanya sudah tidak lagi terdengar karena mereka memang terlelap tidur. Bangun dari tidur, Andika tak mengeluhkan apapun kepada ibunya, hingga Harti mengetahui sendiri kelamin anaknya telah terkhitan.

Sutikno, suami Harti mengaku bingung mendapati kejadian aneh yang menimpa anaknya. Tak ingin berspekulasi macam-macam, Sutikno mengaku langsung membawa anaknya ke seorang dokter di Sedan.

Dokter, kata Sutikno menyatakan tidak ada masalah dengan kejadian yang dialami Andika. Dokter pun menyatakan Andika tidak perlu lagi disunat.

Meski menyatakan tidak ada masalah dengan kejadian yang dialami Andika, namun dokter kata Sutikno tetap memberikan obat. Warga sekitar meyakini, Andika telah dikhitan secara ghaib diduga oleh jin. Kejadian yang demikian tidak kali ini saja terjadi di Tengger. (Zamroni)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan