Selamatkan Betina Produktif, Jagal di Rembang Ditertibkan

Sabtu, 26 Januari 2013 | 16:03 WIB

REMBANG – MataAirRadio.net, Pilihan memotong sapi di luar rumah pemotongan hewan atau RPH oleh sejumlah jagal di Kabupaten Rembang dinilai rawan terhadap eksekusi betina produktif. Padahal, sapi betina produktif perlu diselamatkan guna mewajudukan swasembada daging sapi nasional pada 2014.

Pejabat sementara Kepala Bidang Peternakan pada Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang, Mulyono kepada reporter MataAir Radio, Sabtu (26/1) pagi mengatakan, pemotongan sapi di luar RPH menyulitkan pihaknya memantau penyelamatan betina produktif.

Ada lima jagal yang biasa memotong sapi di RPH milik Pemerintah Kabupaten Rembang, namun kini tinggal tersisa satu jagal. Berdasarkan pantauan reporter radio ini di RPH yang terletak di Kelurahan Tanjungsari Kecamatan Rembang, satu jagal tersebut memotong dua hingga tiga ekor sapi setiap harinya.

Dengan demikian, apabila empat jagal lain yang memotong di luar rumah pemotongan hewan juga menyembelih sapi dengan jumlah sapi yang dipotong di RPH per hari, maka ada hingga 12 ekor sapi yang dipotong dan rawan betina produktif.

Pejabat sementara Kepala Bidang Peternakan Mulyono juga mengatakan, Rembang digelontor bantuan dari Pemerintah Pusat sebesar satu miliar rupiah untuk kegiatan penyelamatan sapi betina produktif pada 2011-2012 melalui lima kelompok peternak.

Peternak sapi di setiap kelompok tersebut mendapatkan insentif hingga Rp500.000 untuk menyelamatkan betina produktifnya. Adapun lima kelompok penerima bantuan penyelamatan sapi betina produktif antara lain KTT Tani Makmur Desa Kedungrejo, Kecamatan Kota Rembang, dan Kelompok Peternak Mukti Karya Desa Cabean, Kecamatan Bulu.

Selain pemberian insentif, penyelamatan sapi betina produktif juga dilakukan dengan cara membantu sistem kawin suntik pada sapi peternak. Mulyono menegaskan, penyelamatan betina produktif penting untuk mengurangi impor atas daging sapi dan mendorong swasembada daging sapi nasional 2014.

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik setempat, dari pendataan sapi potong perah dan kerbau (PSPPK) pada Juli 2011, populasi ternak sapi di Kabupaten Rembang mencapai 148.068 ekor, dan termasuk dalam lima besar populasi sapi di Jawa Tengah. Populasi ternak sapi terbanyak ada di Kecamatan Sumber dengan 14.971 ekor dan dipelihara oleh 6.902 orang peternak. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan