Berburu Donor, PMI Rembang Buka 24 Jam

Jumat, 3 Agustus 2012 | 05:38 WIB
Petugas di UTD PMI Rembang mengecek persediaan darah di almari penyimpan, Jumat (3/8). (Foto: Pujianto)

KOTA – Persediaan darah di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Rembang per 3 Agustus ini kritis. Pihak UTD PMI pun membuka layanan penggalangan donor 24 jam untuk mengamankan persediaan jelang Lebaran 1433 Hijriyah.

Menurut keterangan seorang petugas di UTD PMI Rembang, Hadi Purnomo, Jumat (3/8), persediaan darah di UTD setempat hanya tersisa sembilan kantung darah bergolongan A dan enam kantung darah bergolongan B.

“Di UTD ini, persediaan darah per 3 Agustus tinggal 9 kantung golongan A dan 6 kantung golongan B, sedangkan golongan O dan AB kosong,” kata dia.

Stok tersebut memang sedikit tertolong dengan persediaan darah di bank darah RSUD dr R Soetrasno Rembang. Di bank darah itu, masih ada stok 13 kantung untuk golongan darah A, B (10), O (15), dan AB (3).

“Namun, persediaan darah sebanyak ini masih terbilang kritis. Sebab idealnya harus stok 20-25 kantung per hari,” kata dia.

Pihaknya sudah melakukan berbagai upaya penggalangan donor seperti mengirimkan layanan pesan singkat (SMS) kepada para donor dan menyambangi sejumlah lokasi penyelenggaraan tarawih keliling.

“Donor berasal dari masyarakat umum biasanya baru akan ada pada menjelang magrib. Ada 2-3 orang donor tiap harinya. Sedangkan dari lokasi penyelenggaraan tarawih keliling, kami biasanya mampu menjaring 4-5 donor,” paparnya.

Menurut dia, upaya meminta tambahan persediaan darah dari luar kota sudah dilakukan. Namun, karena krisis persediaan darah pun terjadi di kota lain, upaya itu tak berbuah hasil. “Di luar kota pun, mereka juga mengabarkan kalau stok darah sedang kosong,” kata dia.

Ia menambahkan, persediaan darah di UTD PMI Rembang paling banyak tersedot untuk mencukupi kebutuhan pada aktivitas operasi kelahiran dan hemodialisa. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan