Berbagi Ceria, UPK Kragan Santuni Anak Yatim Piatu

Kamis, 9 Agustus 2012 | 14:41 WIB
Wakil Bupati Rembang, H Abdul Chafidz tengah memberikan santunan kepada anak yatim di aula Kantor Kecamatan Kragan, Kamis (9/8). (Foto: Trisno)

KRAGAN – Sejumlah 735 anak yatim piatu dari 27 desa di Kecamatan Kragan menerima santunan dari Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PMPM-Md) Kecamatan Kragan, di aula kecamatan setempat, Kamis (9/8).

Ketua BKAD PNPM-Md Kecamatan Kragan, H. Moch Taslim menjelaskan, pemberian santunan tersebut merupakan hasil keputusan musyawarah bersama Badan Kejasama Antar Desa (BKAD) pada Januari silam.

“Santunan yang kami berikan memang tidak seberapa, hanya senilai Rp100 ribu. Meski hanya sedikit kami berharap bantuan ini dapat membantu meringankan beban kebutuhan anak-anak yatim piatu, terlebih menjelang lebaran,” katanya.

Taslim menambahkan, dana surplus PNPM-Md mencapai sebesar Rp337 juta lebih, yang diperoleh dari dana perguliran Simpan Pinjam Perempuan (SPP) senilai Rp3.360.000 yang berasal dari 342 kelompok yang tersebar di 20 desa di Kecamatan Kragan.

“Tahun ini dari hasil pengelolaan SPP kami mendapatkan Surplus Rp337 juta lebih. Dari hasil keuntungan itu 25 persennya atau sebilai Rp84 juta kami alokasikan untuk memberikan santunan kepada anak yatim piatu sejumlah 735 anak sebagai wujud kepedulian,” tambahnya.

Disebutkannya pula, untuk tahun anggaran 2012 alokasi dana untuk UPK Kecamatan Kragan menurun drastis dari Rp3 Miliar menjadi 1 miliar saja.

Wakil Bupati Rembang, H. Abdul Hafidz yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menekankan pentingnya meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT di bulan suci Ramadhan.

Menurutnya memberikan santunan atau bersedakah di bulan suci Ramadhan adalah waktu yang sangat tepat karena Allah melipat gandakan pahala kebaikannya dibandingkan dengan hari-hari biasa.

“Pemberian santunan kepada anak-anak yatim dan yatim piatu tentunya akan menjadi salah satu upaya penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Rembang. Mudah-mudahan apa yang telah dilakukan pelaku PNPM-Md dapat diikuti oleh instansi yang lain,” kata H. Abdul Hafidz yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Rembang

Kepada para anak yatim, Hafidz berharap agar mereka tak perlu merasa hina, minder, karena sesungguhnya mereka adalah anak-anak yang terhormat dibandingkan anak-anak yang lain.

Menanggapi permintaan Ketua BKAD terkait menurunnya alokasi anggaran, Hafidz mengaku pihaknya telah mengupayakan agar alokasi anggaran  tidak berkurang meski hasilnya belum sesuai harapan.

“Ada tiga kecamatan di Rembang yang mengalami penurunan drastis alokasi dana untuk PNPM-Md yakni Kecamatan Kragan, Sumber, dan Kaliori. kami berharap pada tahun anggaran berikutnya bisa kembali menjadi Rp3 miliar lagi atau bahkan lebih,” tegasnya. (Trisno).

Editor: Tarom




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan