Belasan Palem Ditebang Untuk Kepentingan Pertokoan

Minggu, 30 September 2012 | 05:17 WIB
Deretan pohon palem di sepanjang Jalan Pemuda Rembang yang masih tampak rindang pada 2011 lalu, kini sudah tumbang ditebang untuk kepentingan usaha pertokoan. (Foto: dokumen mataairradio.net)

KOTA, mataairradio.net – Belasan pohon palem yang berada di sepanjang Jalan Pemuda, Kota Rembang, tumbang oleh serbuan usaha pertokoan.

Berdasarkan pantauan mataairradio.net, Ahad (30/9), setelah ditebang, lahan bekas tanaman palem itu dimanfaatkan sebagai akses masuk dan areal parkir di pertokoan setempat.

“Pengganti tanaman palem yang ditebang jelas ada. Jika ditebang satu, maka penebang harus menggantinya dengan dua bibit tanaman. Bisa palem atau tanaman lain yang disepakati,” terang Kepala Bidang Tata Ruang dan Pertamanan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Rembang, Hendro Riyadi.

Ia menyebutkan, jumlah tanaman pengganti atas pohon palem yang sudah ditebang sulit untuk dinegosiasikan menjadi lebih banyak kepada “penebang”, misalnya menebang satu pohon gantinya 25 bibit pohon baru.

“Kendalanya antara lain di harga. Misalnya tanaman tanjung. Bibit tanjung dengan ketinggian 2,5 hingga 3 meter kini sudah mencapai Rp100.000 per batang. Ketika kami menuntut jumlah tanaman pengganti yang lebih banyak, mereka mengeluh. Apalagi tidak ada ketentuan bakunya,” dalihnya.

Menurut Hendro, penebangan pohon palem atau pohon lain di tepi jalan umum diperbolehkan selagi mendapatkan persetujuan dari Kepala DPU setempat.

“Mereka yang akan menebang pohon (yang ditanam pemerintah) di tepi jalan umum, harus mengajukan terlebih dahulu izin pemanfaatan kepada Kepala DPU Kabupaten Rembang. Setelah disetujui, baru boleh ditebang,” jelasnya.

Selama ini, lanjut Hendro, penebangan pohon palem baik untuk sebagian (terabas, red.) atau seluruhnya dilakukan tidak hanya untuk keperluan pertokoan.

“Ada pula yang untuk alasan keselamatan kabel utama jaringan listrik PLN, pohon palem terpaksa diterabas (dipotong sebagian pada bagian atas, daun, red.),” katanya.

Sebenarnya, imbuh dia, dari puluhan pohon palem yang berderet di sepanjang tepi Jalan Pemuda, beberapa di antaranya sudah ada yang mengalami keropos.

“Kami sudah merencanakan penggantian pohon-pohon palem yang sudah keropos itu dengan tanaman lain seperti sawo kecik dan tanjung. Namun, kami masih menyurvei harga bibit pohon-pohon itu,” kata dia. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan