Belasan Bus AKDP Nekat Gunakan Ban Vulkanisir

Selasa, 14 Agustus 2012 | 09:35 WIB
Petugas dari Dinhubkominfo Rembang menunjukkan ban vulkanisir yang digunakan sebuah bus AKDP, Selasa (14/8). (Foto: Pujianto)

LASEM, mataairradio.net – Belasan bus antarkota dalam provinsi diketahui masih saja menggunakan ban vulkanisir, meski ban jenis itu melanggar standar kelaikan lalu lintas di jalan raya dan mengancam keselamatan penumpang.

Masih banyaknya bus antarkota dalam provinsi yang menggunakan ban vulkanisir itu diketahui ketika petugas dari Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dinhubkominfo) Kabupaten Rembang menggelar razia kelaikan angkutan Lebaran di Terminal Lasem, Selasa (14/8).

Kepala (Dinhubkominfo) Kabupaten Rembang, Suyono mengatakan, banyaknya bus AKDP yang menggunakan ban vulkanisir mengundang keprihatinan tersendiri bagi pihaknya.

“Kami sudah sering kali menyampaikan imbauan kepada awak angkutan, termasuk perusahaan angkutan agar tidak menggunakan ban vulkanisir. Sebab selain memang tidak sesuai dengan standar kelaikan lalu lintas di jalan raya, ban vulkanisir juga cenderung tidak aman ketika digunakan sehingga berpotensi mengancam keselamatan penumpang,” jelas dia.

Ia menyebutkan, dari tak kurang 30 bus yang terjaring razia siang itu, sebanyak 12 bus AKDP kedapatan menggunakan ban vulkanisir, baik untuk ban pada roda bagian depan maupun belakang.

“Kalau ada razia seperti ini banyak yang terjaring (ban vulkanisir). Namun, nanti ketika memperbarui izin trayek, tidak ada bus yang menggunakan ban vulkanisir. Dari informasi yang kami terima, ada yang nekat pinjam atau hanya menggunakan ban-ban ‘asli’ pada saat tertentu,” ungkapnya.

Pada razia tersebut, petugas Dinhubkominfo Kabupaten Rembang pun menemukan banyak bus antarkota antarprovinsi (AKAP) yang melengkapi kendaraannya dengan kotak pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K).

Seorang awak bus Indonesia bernomor polisi L 7567 UV, Supriyadi mengaku lupa memeriksa kesiapan kotak obat dan palu. “Ini bus cadangan jadi lupa memeriksa,” kata dia.
Sementara itu, Suyono juga mengatakan, razia pada kesempatan itu juga tidak ditujukan sekadar pada kelaikan angkutan saja, tetapi juga pada tarif angkutan menjelang Lebaran.

“Dari razia kali ini, hampir semua awak angkutan masih patuh pada tarif yang berlaku. Kami akan terus pantau tarif angkutan menjelang Lebaran ini,” tandasnya. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan