Bakal Pabrik Pembibitan Ternak Ayam Di Sedan Digeruduk

Selasa, 31 Juli 2012 | 10:01 WIB
Portal masuk ke bakal pabrik PT Charoen Pokphand Indonesia di Desa Karangasem, Kecamatan Sedan. (Foto: Ilyas Almusthofa)

SEDAN – Puluhan pemuda yang merupakan anggota karang taruna Desa Karangasem Kecamatan Sedan, Senin petang (30/7) kemarin, menggeruduk sebuah bakal pabrik pembibitan ternak ayam milik PT Charoen Pokphand Indonesia (CPI). Aksi itu merupakan yang kedua kalinya setelah sehari sebelumnya, Minggu (29/7), para pemuda juga mendatangi pabrik, namun dengan jumlah personel yang lebih sedikit.

Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun mataairradio.net dari sejumlah sumber di lapangan, Selasa (31/7) pagi, aksi puluhan pemuda itu sempat dikhawatirkan menimbulkan bentrok antara pemuda dengan orang-orang dari pengelola pabrik. Pasalnya saat aksi penggerudukan kedua itu, sempat terjadi situasi panas antara kelompok pemuda dan orang-orang pengelola pabrik.

Ketua Majelis Pertimbangan Karang Taruna (MPKT) Desa Karangasem, M. Khudori (37) menuturkan, aksi pemuda itu sangat mungkin terjadi karena PT CPI tidak melakukan sosialisasi sama sekali kepada warga setempat sebelum beroperasi. Aksi sekelompok pemuda itu merupakan bagian dari bentuk klarifikasi.

“Kalau saya pahami dari kelompok pemuda itu, mereka sebenarnya hanya ingin meminta klarifikasi kepada managemen pabrik perihal keberadaannya di karangasem. Intinya kontribusi apa yang mereka berikan kepada warga sini. Selain itu, pemuda juga mempertanyakan mengapa tidak ada sosialisasi sama sekali sebelumnya,” ungkap Khudori.

Khudori menegaskan, bahwa langkah yang diambil oleh kelompok pemuda tersebut bukan sebagai penjelmaan dari karang taruna selaku organisasi. Kelompok pemuda tersebut, lanjut Khudori, tidak atas nama organisasi namun sebagai anggota karang taruna.

“Mereka itu bukan pengurus karang taruna, hanya anggota. Maka dari itu saya sebut warga karang taruna. Dan saya pastikan hal itu bukan atas nama karang taruna sebagai organisasi,” terangnya lagi.

Chudori menjelaskan, setelah situasi cukup memanas, pihaknya berinisiatif untuk melakukan mediasi dengan perusahaan dengan difasilitasi oleh jajaran Koramil Sedan.

“Alhamdulilah mediasi sudah kita lakukan dan ada titik terang menyangkut solusi. Yaitu pabrik melakukan sosialisasi kepada warga Karangasem perihal keberadaan dan kontribusinya untuk masyarakat setempat,” ujarnya.

Namun begitu, ia berharap agar PT CPI juga menyertakan dan melakukan penjelasan bahwa operasionalisasi pabrik di karangasem tidak menimbulkan masalah apapun. Hal itu menurutnya sangat penting sebagai salah satu aspek yang membuat pemuda dan warga bisa menerima.

“Termasuk Amdal (Analisis mengenai dampak lingkungan) serta perijinan, semuanya harus sudah clear sebelum pabrik benar-benar beroperasi. Agar tidak rentan menimbulkan masalah,” imbuhnya.

Pendapat lain dikemukakan oleh seorang kerabat dekat Kepala Desa Karangasem. Lelaki yang enggan dibeber namanya ini mengatakan, aksi pemuda sesungguhnya ditunggangi oleh sentimen pribadi seseorang kepada orang lain. Namun ia enggan menjelaskan secara detail sentimen apa yang dimaksud.

“Saya kira ini bukan mewakili warga Karangasem secara keseluruhan. Itu hanya ulah segelintir orang yang memiliki sentimen tertentu dengan orang lain yang terlibat dalam peternakan,” ungkapnya.

Sayangnya, saat wartawan mataairradio.net berniat meminta penjelasan dari kepala desa, yang bersangkutan sedang tidak ada di tempat dan sedang ada keperluan tugas di Rembang.

Kepala Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) Rembang Sri Sugiyarti yang dikonfirmasi melalui layanan pesan singkat mengatakan izin PT CPI masih dalam proses. (Ilyas-Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan