Backhoe Ini Terancam Hilang Terendam

Kamis, 11 Oktober 2012 | 07:42 WIB
Backhoe yang terperosok lumpur di Pantai Leran Kecamatan Sluke. (Foto: Pujianto)

SLUKE, mataairradio.net – Alat berat jenis backhoe yang terperosok lumpur pantai Desa Leran, persis sebelah barat PLTU Sluke, sejak Kamis (4/10) lalu semakin dalam terendam.

Berdasarkan pantauan mataairradio.net, Kamis (11/10), backhoe yang sedianya hendak digunakan untuk membuat perlintasan perahu nelayan setempat itu bahkan terancam hilang terendam apabila tidak segera diangkat.

Pasalnya, menurut keterangan sejumlah nelayan, musim angin baratan yang ditandai dengan datangnya gelombang besar diperkirakan sudah berlangsung pada akhir bulan ini .

“Nelayan berharap agar backhoe ini bisa segera diangkat dan pembuatan pintu perlintasan perahu nelayan bisa segera dilanjutkan. Ini karena musim angin baratan akan segera datang. Mungkin akhir bulan ini,” ujar Sutriman, seorang nelayan asal RT 2 RW 3 Desa Leran.

Sutriman menuturkan penyebab backhoe terperosok di lumpur pantai itu adalah kenekatan operator alat berat tersebut yang tidak mengiraukan peringatan nelayan.

“Saat hendak mengawali pembuatan pintu perlintasan atau ‘lawangan’, kami sudah memperingatkan operator bachkoe agar tidak lewat tengah, tetapi lewat tepi sisi timur pantai atau mepet pagar PLTU agar tidak terperosok. Namun, operator tak mengiraukannya,” kata dia.

Menurut Sutriman, kejadian backhoe terperosok lumpur pantai tidak kali ini saja terjadi. Tiga tahun silam, kejadian demikian juga pernah ada.

Kepala Desa Leran, Munawir mengaku belum bisa memastikan kapal backhoe akan tuntas terangkat. Pihaknya pun belum bisa menjanjikan kapan pekerjaan pembuatan ‘lawangan’ untuk perlintasan perahu nelayan itu bakal dilanjutkan.

Apalagi, dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), kucuran PT PLN Persero melalui PLTU Sluke sebesar Rp66juta sampai saat ini belum jatuh ke tangan pemerintah desa setempat. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan