Atap Makam Kartini Masih Bocor

Jumat, 28 Desember 2012 | 18:24 WIB

BULU – MataAirRadio.net, Kondisi atap bangunan makam Raden Ajeng Kartini di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, yang mengalami dilaporkan bocor di sejumlah titik beberapa waktu lalu, hingga saat ini ternyata belum juga ditangani.

Bahkan menurut Sutarmo, salah seorang petugas kebersihan makam, kebocoran bertambah parah utamanya pada bangunan pesanggrahan, yang biasa dimanfaatkan sebagai tempat transit peziarah.

Sutarmo, kepada reporter MataAir Radio, Jumat (28/12) mengatakan, sebenarnya pihak pengelola sudah mencoba memperbaikinya. Hanya saja, kebocoran belum juga dapat teratasi sebab titik bocor berada tepat pada bagian krepus sehingga butuh tenaga ahli alias tukang untuk memperbaikinya.

Menurutnya, jika kebocoran tak segera diperbaiki, kebocoran dikhawatirkan bertambah parah sehingga mengganggu kenyamanan para peziarah. Apalagi, musim hujan segera memasuki puncaknya.

Sutarmo juga mengatakan selain kebocoran, peziarah mengeluhkan belum tersedianya kantor atau sekretariat untuk pelayanan pendaftaran bagi peziarah di makam RA Kartini.

Menurutnya, hal itu sangat penting untuk memberikan kenyamanan bagi peziarah, sehingga mereka mudah untuk berkoordinasi dengan petugas sebelum melakukan ziarah.

Pemerintah Kabupaten Rembang melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dinparbudpora) Kabupaten Rembang sebelumnya telah melakukan serangkaian pembangunan yang bertujuan untuk memperindah kompleks makam Kartini.

Pembangunan tersebut meliputi, pembuatan pagar keliling, pemasangan lampu pada patung Kartini, dan pengecatan dinding bangunan. Hanya saja, terkait kebocoran dan penambahan kantor untuk pelayanan tamu, masih belum terpikirkan. (Muhtarom)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan