Arti Jejaring Sosial bagi KH A Mustofa Bisri (2-Habis)

Sabtu, 18 Februari 2012 | 09:45 WIB


Jejaring Sosial Untuk Diperalat
DIPERALAT alat atau memperalat alat, demikian pernyataan KH A Mustofa Bisri atau yang akrab disapa Gus Mus menanggapi ekses penggunaan twitter atau facebook. “Menempatkan alat sebagaimana alat itu adil, tetapi jika sampai diperalat alat, itu zalim atau tidak adil namanya,” kata Gus Mus kepada suararembang di kediamannya, Jalan Bisri Mustofa, Kelurahan Leteh, Kecamatan Kota Rembang, Jumat (10/2) lalu.

Gus Mus yang juga Wakil Rais Am Pengurus Besar Nahlatul Ulama (PBNU) mengatakan guna setiap alat pun tergantung penggunanya. “Jika salah menggunakan alat, tentu bisa membahayakan penggunanya,” kata dia.

Oleh karena itu, ulama kelahiran Rembang, 10 Agustus 1944 dari pasangan KH Bisri Mustofa dan Nyai Hj Ma’rufah tersebut berujar agar menggunakan jejaring sosial secara benar. “Saya menggunakan twitter antara lain untuk mengirimkan pesan-pesan bijak yang dikemas dalam ‘Tweet Jumat’, selain sarana untuk bersilaturahmi dan mengaji,” kata dia.

Sejumlah “Tweet Jumat” itu antara lain “Berbuat baiklah karena Allah, jangan karena orang; maka kau tak akan pernah ingin berhenti berbuat baik”, “Jagalah agamamu dan nama baiknya dengan berbuat baik dan berakhlak mulia”, “Silakan menilai diri setinggi langit, asalkan tidak menghina milik orang lain”, dan “Yang tidak tahu, tidak seharusnya menepuk dada. Yang tahu, seharusnya lebih berlapang dada”.

Adapun “tweet” lainnya, bisa disimak di akun twitter @gusmusgusmu. “Di twitter, ada beragam hal aneh dan berisiko. Karena aneh dan berisiko, penggunanya perlu menyiapkan diri,” kata dia.

Menurut ulama yang pernah menempuh pendidikannya di Al Azhar, Kairo, Mesir sejak 1964 tersebut, di jejaring sosial, seseorang bisa bergaul dengan banyak orang dengan beragam pemikiran. “Karena ada orang yang bermacam-macam, perlu dipikir masak sebelum memutuskan menggunakan twitter atau facebook. Misalnya, kalau tidak siap tersinggung oleh kicauan orang lain, ya jangan twitter-an,” kata dia.

Putra kedua KH Bisri Mustofa atau adik dari KH Cholil Bisri ini juga mengaku mendapatkan dorongan untuk terus berkarya dari teman-temannya di twitter. Selain puisi, Gus Mus merasa termotivasi untuk kembali menekuni seni melukis dan menulis cerpen. “Ada beberapa teman yang memang mendorong saya untuk nulis cerpen lagi,” kata dia.

Gus Mus pun membeber akan segera meluncurkan lagi buku baru. “InsyaAllah, sebuah buku berjudul Islam Menurut Gus Mus akan segera beredar. Buku tersebut berisi antara lain bagaimana Islam, kumpulan puisi, dan kumpulan celoteh yang dirangkum dari ‘Jumat Khol’ (pesan singkat berisi nasehat atau pesan bijak Gus Mus yang dikirimkan kepada anak-anak, adik-adik, dan kerabatnya, red.),” kata dia. (Puji)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan