Angkutan Tebu Perparah Kerusakan Jalan Poros Kecamatan

Selasa, 15 Mei 2012 | 05:25 WIB


SUMBER – Musim panen tebu telah tiba. Mobilitas kendaraan pengangkut tebu mulai meningkat dalam sepekan terakhir. Aktivitas itu pun mengakibatkan kerusakan jalan poros kecamatan menjadi lebih parah.

Berdasarkan pantauan suararembang, Minggu (13/5), sejumlah petani tebu di Kecamatan Sulang, Bulu, dan Sumber telah mulai memanen tanaman tebunya dan mengangkut hasil kebun itu ke sejumlah pabrik penggilingan di Kudus dan Pati.

Akibat meningkatnya mobilitas truk pengangkut tebu tersebut, lubang-lubang jalan di sepanjang jalan poros kecamatan seperti jalur Landoh-Sumber, Sumber-Sulang, dan Sulang-Gunem menjadi lebih dalam dari sebelumnya.

“Setiap truk yang lewat rata-rata memuat 6 hingga 7 ton tebu. Sementara dalam sepekan terakhir, ada paling sedikit 12 truk yang lewat sepanjang jalur Landoh-Sumber ini. Tak dipungkiri, jalan yang sudah rusak bakal tambah parah,” terang Suwarno salah seorang buruh tebang tebu di Desa Grawan, Kecamatan Sumber.

Akibat buruknya infrastruktur jalan itu, lanjut dia, pengendara truk pengangkut tebu juga harus ektrawaspada lantaran sedikit saja salah memilih jalan, armada bisa celaka mulai mengalami patah as roda hingga terguling.

“Kalau jalan rusak, semua serba was-was. Pengguna jalan menjadi khawatir. Petani pemanen tebu juga repot. Tidak lewat jalan poros kecamatan itu, lantas mau lewat mana,” tandas dia.

Padahal, menurut Tarom, petani tebu lainnya di Desa Sulang Kecamatan Sulang, musim giling tebu bisa berlangsung hingga Oktober mendatang.

“Bahkan, jika kemarau kali ini berlangsung sedikit basah (beberapa kali masih turun hujan, red.) musim gilang bisa sampai akhir tahun,” ujar dia.

Dengan demikian, kerusakan jalan poros kecamatan bakal bertambah parah. “Melihat kondisi jalan yang rusak itu, risiko pengangkutan tebu menuju pabrik menjadi cukup tinggi,” terang dia.

Apalagi, Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang, Hamzah Fatoni menegaskan, pemkab setempat belum akan melakukan perbaikan atas kerusakan jalan poros kecamatan pada tahun ini.

“Perbaikan jalan poros kecamatan belum akan dilakukan pada tahun ini. Melalui APBD Perubahan 2012 pun belum bisa dilakukan,” ujar Hamzah. (Puji)




2 comments
  1. Anonymous

    Mei 15, 2012 at 6:15 am

    Hotmix tebune salim

    Reply
  2. Anonymous

    Mei 16, 2012 at 7:00 am

    Ya jelas to yen truk tebu sing ngrusak hotmik karo truk watu. Sapa sing duweni yen ora para penguwoso duik rembang. Truk2 iku ora gelem alon ya ra gelem minggir. Kaya kepengen dudohno ng wong akeh yen deweke sing kuasa duweni dalan rembang. Ora minggir tak tabrak. He wong cilik minggira sing adoh nek papasan truk tebu.

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan