Uang Amal di Masjid Karangsekar Dicolong

Kamis, 18 Juli 2013 | 14:03 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

KALIORI, MataAirRadio.net – Uang amal jariah jutaan rupiah yang tersimpan di sebuah kotak di serambi Masjid Jami Arraudlah Desa Karangsekar Kecamatan Kaliori dicolong maling, Kamis (18/7) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB.

Tidak hanya uang amal yang dihimpun sejak Lebaran tahun lalu, sajadah berukuran 1,5×1 meter di tempat imam juga turut dicolong. Kuat dugaan, sajadah tersebut dipakai pelaku untuk membungkus uang amal curiannya.

Sekretaris Takmir Masjid Jami Arraudlah Karangsekar Karjani menuturkan, raibnya uang amal masjid diketahui ketika ada seorang anggota jamaah hendak menyalakan speaker untuk membangunkan warga yang berpuasa agar makan sahur. Anggota jamaah tadi mendapati tempat tape berantakan. Begitu kotak amal dicek dan dibuka, ternyata sudah tidak ada isinya.

Karjani mengungkapkan, tahun lalu, dalam waktu setengah tahun, ketika kotak amal dibuka ternyata berisi uang jariyah hingga dua juta rupiah. Sementara kotak amal yang uangnya dicuri itu, baru akan dibuka pada Idul Fitri nanti atau ketika genap berusia satu tahun.

Menurutnya, uang amal jariah dari jamaah tersebut akan digunakan untuk mencukup kebutuhan masjid, seperti perbaikan ringan dan biaya listrik masjid.

Sebelum kejadian tersebut, pihak takmir masjid yang terletak di bilangan RT 6 RW 3 Desa Karangsekar memastikan, tidak ada kejadian serupa sebelumnya. Kasus ini pun dilaporkan ke Polsek Kaliori agar pelakunya segera bisa ditangkap.

Sementara itu, pihak Polsek Kaliori mengaku telah meminta keterangan sejumlah orang terkait kasus raibnya uang amal dari dalam kotak di masjid desa tersebut.

Warga mencurigai seseorang di desa itu yang melakukan tindak pencurian tersebut. Namun prasangka warga tersebut wajib disertai bukti, sehingga pihak kepolisian lah yang diharapkan bisa menyelidikinya. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan