Alokasi Phonska dan Organik untuk Petani Rembang Ditambah

Rabu, 31 Juli 2013 | 13:45 WIB
Pupuk bersubsidi.

Pupuk bersubsidi.

REMBANG, MataAirRadio.net – Alokasi pupuk phonska atau NPK dan organik untuk petani di Kabupaten Rembang ditambah mulai Agustus 2013. Tingginya tingkat penyerapan terhadap kedua pupuk tersebut menjadi alasan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menambah jatahnya untuk petani.

Pada awal tahun ini, Rembang hanya dijatah 13.200 ton phonska dan 7.910 ton pupuk organik. Namun per Agustus nanti, Rembang akan mendapat tambahan 160 ton phonska dan 410 ton pupuk organik. Selain kedua pupuk tersebut, Rembang juga mendapat tambahan jatah pupuk SP-36 dari 3.690 ton menjadi 3.880 ton.

Kepala Seksi Usaha Tanaman Pangan Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang Ika Himawan Affandi yang ditemui Rabu (31/7) pagi mengatakan, penyerapan phonska dan SP-36 untuk tanaman jenis tebu memang cukup tinggi.

Sementara untuk pupuk organik, tingkat kesadaran petani untuk menggunakannya sudah tumbuh. Apalagi diiringi dengan minimnya stok pupuk kandang di tingkat rumah tangga petani.

Ika Himawan juga mengatakan, selain menambah alokasi pupuk phonska, organik, dan SP-36, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak merealokasi jatah pupuk urea dan ZA. Pasalnya, tingkat serapannya masih terbilang standar atau lebih dari 50 persen.

Urea misalnya dari alokasi sebanyak 20.485 ton sampai dengan Juni 2013 terserap 11.251 ton atau sudah 55 persen. Sementara pupuk ZA dari jatah 8.000 ton sudah terserap 4.460 atau mencapai 56 persen.

Sebenarnya, pihak dinas pertanian setempat sempat mengajukan tambahan alokasi 800 ton pupuk ZA untuk mencukupi kebutuhan dari penambahan luas tanam tebu di kabupaten ini.

Namun pengajuan itu ditolak karena ada beberapa kabupaten yang lebih membutuhkan, diukur dari tingkat penyerapan yang lebih banyak. Selanjutnya, setelah Lebaran nanti, pihaknya akan menyusun ulang alokasi pupuk-pupuk tersebut di tingkat kecamatan.

Sebelumnya, Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang sempat khawatir jatah pupuk bersubsidi untuk petani di kabupaten ini bakal dialokasi ke daerah lain. Kekhawatiran itu mengingat masih rendahnya tingkat serapan pupuk sampai dengan Mei 2013. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan