Akses Sulang-Sumber Terancam

Senin, 16 Januari 2012 | 10:45 WIB
SULANG – Talut sepanjang 12 meter di tepi jalan Sulang-Sumber, tepatnya di Desa Sendangmulyo, Kecamatan Bulu, ambrol padahal bangunan tersebut belum lama selesai diperbaiki.

Berdasarkan pantauan, Senin (16/1), talut tersebut ambrol setelah tak kuat menahan derasnya air dari hulu saat intensitas hujan meningkat sepekan terakhir.

Seorang warga Desa Sendangmulyo Rasdi mengatakan, talut longsor berada di sebelah barat Desa Pondokrejo, Kecamatan Bulu tersebut memang belum separah saat ambrol Maret 2010 lalu. Namun jika dibiarkan, diperkirakan kerusakan akan meluas.

“Apalagi hujan masih turun. Debit air dari wilayah hulu juga terus meningkat. Jika dibiarkan jembatan di dekat talut bisa ikut ambrol,” kata dia.

Ia menyebutkan, dua tempat semacam bendung untuk menampung air di lokasi kejadian saat ini sudah penuh dan sewaktu-waktu bisa meluber jika hujan terus mengguyur di wilayah hulu, apalagi jika terus menggelontor.

Podo, warga lainnya mengatakan warga beberapa kali telah mengingatkan pekerja yang memperbaiki talut saat jembatan ambrol Maret, dua tahun silam.

Warga, kata dia, meminta pekerja memperkuat talut agar kuat menahan gempuran air.

“Untuk mencegah longsoran, kami dulu mengusulkan agar dibuat talut di sisi kanan dan kiri saluran. Namun hingga pekerjaan rampung usulan kami tidak diperhatikan,” kata dia.

Akibat talut ambrol tersebut, lanjut dia, sebagian tanaman jagung milik petani di sekitarnya rusak karena hanyut terbawa air.

Menurut dia, kerusakan di jalur itu bisa mengancam akses warga di jalur Sulang-Sumber.

Jika kerusakan meluas, warga di bagian barat terpaksa harus memutar dengan melintasi Sumber jika ingin bepergian ke Kota Rembang. Untuk mencegah kerusakan semakin meluas, warga memasang sejumlah bongkahan batu di dekat talut yang longsor, kata dia.

“Batu ini sekaligus menjadi peringatan bagi pengendara yang melintas agar tidak terperosok,” kata dia.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Mujoko menyatakan akan segera mengecek kerusakan talut yang ambrol. “Pemeriksaan tersebut penting untuk merumuskan langkah apa yang akan diambil untuk memperbaiki kerusakan,” kata dia. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan