23 Wisatawan Belanda Nikmati Objek Wisata Rembang

Sabtu, 16 Juni 2012 | 10:54 WIB


REMBANG – Sebanyak 23 orang asal Belanda berkunjung ke Rembang untuk melihat program-program Plan Indonesia yang diimplementasikan di desa-desa dampingan dan menikmati objek wisata andalan di daerah setempat.

Country Building Relationship Manager Plan Indonesia, Sinaryatie Saloh di Rembang, Jumat (15/6), mengatakan mayoritas dari rombongan tersebut adalah para sponsor yang selama ini telah berkontribusi langsung terhadap program-program Plan Indonesia Program Unit Rembang.

Kunjungan tersebut, lanjut Saloh, sekaligus menjadikan Rembang menjadi daerah yang paling sering didatangi para sponsor selama satu tahun terakhir.

“Sejak Juni 2011, secara nasional Plan Indonesia menerima kunjungan sponsor dari negara-negara maju sebanyak 65 kali, 50 persen di antaranya adalah ke Rembang. Ini sangat positif bagi citra Rembang sendiri,” terang dia.

Ia juga mengatakan, kunjungan sponsor ini penting dan strategis sebab selain dapat memperlihatkan secara langsung realisasi kerja sama Plan dengan masyarakat, juga dapat mempererat ikatan emosional dengan anak-anak dampingan yang selama ini disponsori mereka.

“Kunjungan semacam ini juga dapat meningkatkan dukungan terhadap program-program kemanusiaan agar dampaknya makin luas,” jelas dia.

Daerah dampingan Plan yang kini mencapai sembilan program unit di wilayah Jawa, NTB dan NTT secara umum merupakan daerah miskin dan bukan tujuan wisata.

Itulah sebabnya, lanjut Saloh, kunjungan para sponsor yang berasal dari negara-negara maju semacam ini dapat berkontribusi pada peningkatan minat kunjungan wisatawan dari daerah asal mereka.

“Selama mereka di Rembang misalnya, mereka menginap di hotel, membeli suvenir khas dan mengunjungi obyek-obyek menarik. Bila mereka terkesan, tentu akan berpromosi dari mulut ke mulut pada teman-temannya agar juga datang ke Rembang. Dan bagi masyarakat serta anak-anak di desa yang dikunjungi, ini kesempatan mendapatkan pengalaman ‘cross culture communication’,” tandas dia.

Yang lebih penting, menurut dia, dari komunikasi tersebut adalah meningkatnya kesadaran global akan pentingnya bekerja bersama menjawab permasalahan anak demi masa depan mereka yang lebih baik.

Selama dua hari di Rembang, 23 orang asal Belanda itu menikmati kunjungan ke Museum Kartini dan Kampung Batik Lasem lengkap dengan mencoba naik delman. (Puji/Mulat Riasnan)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan