UN 20 Variasi Soal, Pengawas Independen Perlu?

Sabtu, 5 Januari 2013 | 17:05 WIB

REMBANG – MataAirRadio.net, Ujian Nasional (UN) 2013 mendatang akan menggunakan 20 variasi soal yang berbeda untuk masing-masing kelas. Dengan variasi soal sebanyak itu, mestinya, tidak perlu ada lagi pengawasan seketat sebelumnya, dengan tim independen.

Demikian diungkapkan Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Rembang Edi Winarno saat dimintai komentarnya oleh reporter MataAir Radio pada Sabtu (5/1) siang, terkait kebijakan anyar dalam Ujian Nasional 2013.

Menurut Edi, upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam meningkatkan kualitas ujian nasional tersebut, bisa kontraproduktif, jika pada akhirnya kebijakan baru itu melahirkan kecurangan baru.

Edi berpendapat, sejak sekarang, mestinya pihak pengambil kebijakan merumuskan pula model pengawasan ujian yang hanya dilakukan oleh guru namun tetap objektif dan berprestasi. Jika masih menggunakan pengawas independen, tak perlu menggunakan model soal serumit itu.

Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Rembang, Edi Winarno mengatakan, pihaknya justru meragukan keakurasian koreksi atas jawaban dari soal 20 variasi tersebut.

Sebab, selama ini, saat koreksi nyaris tidak ada pengawasan memadai dari pihak lain, selain tim korektor. Kesalahan manusia atau “human error” berpotensi tinggi atas koreksi jawaban 20 variasi soal tersebut.

Edi menegaskan, dengan sudah divariasinya soal menjadi 20 jenis pada setiap kelas ini, tingkat kecurangan mestinya bisa ditekan. Jika tetap saja ada kebocoran, berarti pihak sekolah tak cukup sportif untuk mewujudkan ujian nasional bermutu dan berprestasi.

Sementara itu, langkah pemerintah untuk memperbanyak variasi soal dalam satu kelas sebagai bentuk pencegahan agar praktik kecurangan UN tersebut tidak meluas, dinilai mencederai keyakinan pihak kementarian sebelumnya oleh banyak kalangan.

Pada Ujian Nasional 2012 lalu, pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan selalu membantah adanya kecurangan dalam pelaksanaan UN. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan