Sumbangan Siswa SD Kutoharjo 2 Diprotes

Jumat, 3 Februari 2012 | 02:35 WIB

KOTA – Salah seorang yang diduga wali siswa SD Kutoharjo 2 Rembang menyatakan protes atas penarikan sumbangan yang dilakukan pihak sekolah dengan cara memasang selebaran di sejumlah titik strategis di Kecamatan Kota setempat.

Berdasarkan pantauan, Jumat (3/2), sejumlah selebaran antara lain terpasang ditembok sebelah selatan SD Kutoharjo I, SD Kutoharjo II, depan SMP Muhammadiyah Rembang, tembok toko ABC di pertigaan Yaini Rembang, dan pintu masuk SD An Nawawiyah Rembang.

Selain selebaran yang berisi “Komite SD 2 Rembang = Banggar” tersebut, pelaku juga menempelkan surat keputusan komite sekolah terkait dengan penarikan sumbangan.

Surat keputusan yang ditempelkan itu juga menyebutkan, siswa kelas I dikenai sumbangan Rp650.000 sedangkan siswa kelas II sampai kelas VI dikenai sumbangan Rp363.000.

Dalam surat keputusan komite sekolah itu juga tercantum keterangan bahwa sumbangan itu bisa diangsur tiga kali sejak November 2011.

Selebaran itu memancing perhatian sejumlah warga dan orang tua siswa. Ada yang menanggapinya biasa saja. Namun ada pula yang membenarkan keluhan soal sumbangan tersebut.

Anggota Komisi D dokter Rochmad Isnaeni mengaku prihatin atas adanya sumbangan di SD Kutoharjo II tersebut. Menurutnya, sebaiknya sekolah dasar tidak menarik sumbangan kepada siswanya. “Karena kebutuhan pendidikan untuk sekolah dasar sebenarnya sudah bisa terpenuhi dengan bantuan operasional sekolah (BOS),” kata dia.

Ia juga mengatakan, penarikan sumbangan oleh komite sekolah itu sampai sekarang memang masih rancu. “Namun pada prinsipnya, segala macam sumbangan yang dibebankan oleh komite sekolah kepada siswa sebaiknya telah melalui persetujuan seluruh orang tua/wali murid tanpa terkecuali. Sumbangan itu juga tidak boleh dipaksakan,” kata dia seraya menambahkan bahwa pihaknya akan segera memantau sumbangan di SD Kutoharjo 2 itu.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Rembang Dandung Dwi Sucahyo mengatakan telah mendapatkan informasi soal penarikan sumbangan di SD Kutoharjo 2. Dia juga mengaku langsung mengonfirmasi hal itu dengan kepala sekolah lewat telepon.

“Kami juga berencana memanggil kepala sekolah dan komite sekolah untuk mengetahui lebih dalam lagi tentang sumbangan yang dikenakan kepada siswa itu,” kata dia.

Dari konfirmasi awal, Dandung mendapatkan keterangan bahwa sumbangan tersebut bersifat sukarela. “Siswa yang tidak mampu tidak dikenai sumbangan,” kata dia. (Puji)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan