Ini Alasan SMK Negeri 1 Sedan Tarik Sumbangan Hingga Rp320 Juta

Jumat, 25 Oktober 2013 | 13:47 WIB
SMK Negeri 1 Sedan tidak punya kendaraan operasional sebagai media praktek. (Foto:Ilyas)

SMK Negeri 1 Sedan tidak punya kendaraan operasional sebagai media praktek. (Foto:Ilyas)

SEDAN, MataAirRadio.net – Pihak SMK Negeri 1 Sedan mengaku terpaksa menarik sumbangan hingga Rp1,25juta tiap siswa untuk pengadaan mobil praktek dan operasional sekolah. Sekolah ini berdalih, fasilitas berupa media praktek untuk siswa jurusan otomotif, tidak memadai.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMK Negeri 1 Sedan Fatoni mengatakan, setidaknya hingga hari Jumat (25/10) ini, sekolah tidak punya kendaraan operasional sebagai media praktek. Sementara di sisi lain, siswa di sekolahnya terbukti mulai mampu bersaing di dunia pendidikan di Kabupaten Rembang.

Yang terbaru, salah seorang siswanya berhasil meraih juara kedua pada lomba otomotif tingkat Provinsi Jawa Tengah, September kemarin. Ia menegaskan, tidak ada niat mengeksploitasi siswa dengan menarik sumbangan. Sekolah hanya menginginkan tersedianya sarana memadai demi peningkatan kualitas belajar para siswa.

Fatoni juga mengatakan, sumbangan tersebut hanya dibebankan kepada siswa dari jurusan otomotif. 158 siswa di Kelas X ditarik sumbangan masing-masing Rp1,25juta, 145 siswa di Kelas XI masing-masing Rp500ribu, dan 125 siswa di Kelas XII masing-masing Rp400ribu.

M Ghozin, Kepala Jurusan Otomotif SMK Negeri 1 Sedan menambahkan, sejauh ini sekolah memang sedang membutuhkan media kendaraan untuk praktek siswa. Pihaknya meyakini, jika nanti sekolah memiliki kendaraan sendiri untuk keperluan praktek, kompetensi dari para siswa akan bisa dikembangkan lebih optimal.

Menurut Ghozin, ketiadaan kendaraan inventaris untuk praktek, membuat pihak sekolah serba kesulitan dalam melakukan pengembangan kompetensi siswa di bidang otomotif. Saat persiapan lomba otomotif tingkat provinsi misalnya, pihaknya terpaksa menyewa mobil untuk latihan siswa. Saat itu sekolah mengaku mengeluarkan ongkos hingga Rp20juta, di antaranya tersedot untuk menyewa mobil latihan.

Pihak sekolah berencana menjadikan SMK Negeri 1 Sedan sebagai pusat pengembangan otomotif di wilayah Kabupaten Rembang atau bahkan se-Karesidenan Pati. Target itu bakal sulit terwujud jika sekolah tidak memiliki media praktek yang memadai.

[https://dl.dropboxusercontent.com/u/212718747/Oktober/25-oktober/alasan-smk-sedan-2.mp3″]

Sebelumnya, sejumlah orang tua atau wali siswa SMK Negeri 1 Sedan mengeluhkan penarikan sumbangan tersebut. Mereka menilai besaran sumbangan memberatkan, untuk ukuran masyarakat Kecamatan Sedan dan sekitarnya. Bahkan, sebagian dari mereka menginginkan agar kebijakan tersebut dianulir. Sekolah sendiri menetapkan pembayaran sumbangan tersebut bisa dilakukan dengan mengangsur sebanyak lima kali dalam tempo satu tahun. (Ilyas al-Mustofa)




2 comments
  1. delta

    Oktober 25, 2013 at 2:43 pm

    Perkembangan teknologi otomotif sangat cepat…mobil yg karburator skrg dah ga dipake lg, skarang jamannya mobil injeksi. Media mobil yg canggih memang sangat ptg untuk pembelajaran biar siswa tidak gaptek…maju terus smk sedan….

    Reply
  2. ridwan

    Oktober 26, 2013 at 8:48 pm

    Masalah
    sumbangan diluar SPP
    sangat WAJAR asal
    diikuti dg prestasi
    sekolah yg
    membanggakan baik di
    kabupaten propinsi
    palagi nasional…dulu
    saya SMA l Rbg masuk
    dan tiap naik kelas
    sumbangan pengemb
    sklh jutaan tp tidak
    pernah ada anggota
    DEWAN yg
    mempermasahkan sbb
    sklh sebelum
    memutuskan pasti
    sudah RAPAT dg
    orangtua murid…kalau
    saya lihat prestasi SMK
    SEDAN sungguh
    membanggakan sbb di
    t4ku kuliah skrg Pend.
    Teknik Mesin UNNES
    kakak tingkatku yg
    BERPRESTASI
    【BEASISWA DIKTI】
    banyak yg alumni SMK N
    SEDAN Rembang bahkan
    sampai ikatan dinas di
    luar jawa good luck SMK
    SEDAN terus maju
    jangan menyerah dg
    krikil2 kecil yg
    menghadang….

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan