Menanti “Kesaktian” SMA 1 Rembang di Kompetisi IT se-Indonesia

Monday, 16 December 2013 | 16:34 WIB
e-learning di SMA Negeri 1 Rembang (Foto smansarembang.sch.id)

e-learning di SMA Negeri 1 Rembang (Foto smansarembang.sch.id)

REMBANG, MataAirRadio.net – SMA Negeri 1 Rembang tampil sebagai tuan rumah babak final kompetisi IT antar-SMA se-Indonesia, Kamis 19 Desember mendatang. SMA eks rintisan sekolah berstandar internasional (RSBI) ini menargetkan menjadi yang terbaik di ajang itu.

Nur Janah, ketua panitia ajang tersebut menjelaskan, kompetisi yang bakal diikuti perwakilan dari 30 SMA se-Indonesia ini sebagai realisasi kerjasama sekolahnya dengan SCUT atau South China University of Technology, Guangzhou, China. Para jawara di kompetisi ini diberikan kesempatan masuk ke SCUT dengan fasilitas beasiswa.

Sejak jalinan kerjasama ditandatangani, SMA Negeri 1 Rembang diberikan hak lisensi calon mahasiswa Indonesia yang berminat masuk ke SCUT. Selain melalui kompetisi itu, siswa Kelas XII dari SMA di Indonesia bisa mengikuti seleksi masuk SCUT di SMA Negeri 1 Rembang.

Bertindak sebagai tuan rumah, Nur Janah mengklaim sekolahnya telah siap. Tiga siswa terbaik di sekolahnya yang masuk ke babak final pun siap tampil untuk menjadi yang terbaik. Dia juga mengungkapkan, Pemkab Rembang akan memanfaatkan kompetisi tersebut sebagai ajang untuk menjalin kerjasama di bidang pendidikan dengan SCUT.

Di kompetisi IT itu, akan pula tersaji soal pemahaman algoritme atau prosedur sistematis untuk memecahkan masalah matematis dalam langkah-langkah terbatas. Soal yang menyangkut logika matematika pun diberikan. Dua soal itu diyakini sudah cukup untuk memotret kecerdasan siswa.

Aditya Nurrahman, salah seorang siswa Kelas XII di SMA Negeri 1 Rembang mengaku bangga karena sekolahnya menjadi tuan rumah ajang akbar. Menurutnya, hampir semua siswa menyambut antusias kompetisi ini. Apalagi ada tiga siswa SMA tersebut yang ikut serta. Adit berharap, duta sekolahnya keluar sebagai juara.

Kepala SMA Negeri 1 Rembang Setiya Purwoko menambahkan, event tersebut sangat penting untuk menunjukkan eksistensi sekolahnya. Meski kini tak lagi berlabel RSBI, namun hal itu tidak menyurutkan target sekolah untuk tetap mendunia. Pihak sekolah juga masih fokus untuk menyediakan output atau keluaran siswa yang siap tarung di level internasional. (Pujianto)

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan