12 Siswa Ini Menjadi ABK

Senin, 13 Mei 2013 | 14:00 WIB
12 siswa di SD Negeri 2 Dadapan Kecamatan Sedan, teridentifikasi sebagai anak berkebutuhan khusus (ABK). (Foto:Ilyas)

Siswa SDN 2 Dadapan saat melakukan kegiatan belajat mengajar di rumah warga.   (Foto:Ilyas)

SEDAN, MataAirRadio.net – 12 siswa di SD Negeri 2 Dadapan Kecamatan Sedan, teridentifikasi sebagai anak berkebutuhan khusus (ABK). Kepala SD Negeri 2 Dadapan, Kusmiyanto saat ditemui reporter MataAir Radio, Senin (13/5) pagi menyatakan, sebelumnya ada 14 anak yang tergolong sebagai ABK. Namun, setelah dilakukan upaya pengembangan, pada tahun ini jumlah itu berkurang menjadi 12 anak.

Kusmiyanto menyebutkan, dari 12 anak itu memiliki spesifikasi kebutuhan khusus yang berbeda. Beberapa di antaranya tuna rungu, tuna wicara, serta tuna grahita. Dari sejumlah spesifikasi itu, yang paling banyak adalah penyandang tuna grahita.

Kusmiyanto menjelaskan, lantaran menampung anak berkebutuhan khusus, rencananya pihak sekolah akan menjadikan SD Negeri 2 Dadapan menjadi sekolah inklusi. Rencana itu juga akan didukung dengan desain kamar mandi atau toilet ramah anak, yang saat ini sedang proses pembangunan.

Ia mengungkapkan, salah satu indikator yang harus terpenuhi oleh sekolah penyelenggara pendidikan inklusi adalah keselarasan proses pendidikan antara anak berkebutuhan khusus dan anak normal.

Selain SD Negeri 2 Dadapan, sejumlah sekolah di wilayah Kecamatan Sedan juga sudah menjadi sekolah inklusi. Sekolah itu antara lain SD Negeri Lemah Putih dan SD Negeri 2 Karas. Berdasarkan keterangan yang dihimpun reporter radio ini, ada 49 sekolah inklusi di Kabupaten Rembang. (Ilyas Almusthofa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan