Kalahkan Kamboja dan China, SD Negeri Dadapan Sekolah Aman Internasional

Jumat, 29 Maret 2013 | 19:10 WIB
SDN 1 Dadapan , Sedan mendapatkan predikat sebagai sekolah teraman dalam kompetisi sekolah aman internasional.

SDN 1 Dadapan , Sedan mendapatkan predikat sebagai sekolah teraman dalam kompetisi sekolah aman internasional. (Foto:Ilyas)

REMBANG, MataAirRadio.net, Sekolah Dasar Negeri 1 Dadapan Kecamatan Sedan belum lama ini mendapatkan predikat sebagai sekolah teraman dalam kompetisi sekolah aman internasional. Pengumuman predikat sebagai sekolah teraman itu diketahui melalui pengumuman pada 22 Maret 2013 bersamaan dengan Annual Review on Safe School di Siam Reap, Kamboja.

Dalam kompetisi yang diadakan Plan Internasional itu, SD Negeri 1 Dadapan berhasil menyisihkan 11 sekolah lain dari tiga negara yakni Kamboja, China, dan sekolah dasar lainnya di Indonesia.

Atas pencapaian tersebut, SD Negeri 1 Dadapan berhak atas hadiah sebesar 1.500 Dolar Amerika atau sekitar Rp14 juta sebagai bentuk apresiasi dari penyelenggara kompetisi. Hadiah itu sendiri dimaksudkan untuk membantu pengembangan implementasi sekolah aman di SDN 1 Dadapan.

Manajer Plan Indonesia Program Unit Rembang, Endang Suprapti mengatakan, kompetisi ini dimaksudkan untuk menyosialisasikan dan memotivasi sekolah-sekolah di Asia agar bisa merencanakan dan melaksanakan model sekolah aman. Berdasarkan catatan Plan, banyak negara di kawasan Asia yang rawan terkena dampak bencana alam, termasuk Indonesia.

Endang menyebutkan, kemenangan SDN 1 Dadapan ini karena mereka mampu menerapkan tiga pilar sekolah aman, yaitu fasilitas, manajemen, dan pendidikan pengurangan risiko bencana.

Selain itu, unsur swadaya atau inovasi sekolah juga terbukti selalu dikedepankan. Endang menambahkan, sebagai organisasi yang menyasar pada masalah anak, Plan Indonesia selalu berusaha mendorong implementasi sekolah aman di beberapa daerah sebagai bagian dari pengurangan risiko bencana pada anak.

Selain di Kabupaten Rembang, Plan Indonesia juga mengawal isu anak dan bencana alam di Kabupaten Grobogan Jawa Tengah dan Kabupaten Sikka Nusa Tenggara Timur.

Sementara itu, Kepala SD Negeri 1 Dadapan, Sulistiyowati mengaku bersyukur atas capaian prestasi tersebut. Ia mengatakan, pihak Plan Indonesia Unit Rembang mendorong penerapan sekolah aman di sekolah dasarnya sejak awal tahun lalu dengan bekerja sama dengan KYPA. Pihaknya kemudian mulai mengadakan sejumlah pelatihan penanggulangan risiko bencana bagi guru dan siswa secara berkala. (Ilyas Almustofa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan