Reno Tuding Kepala Madrasah Berbohong dan Semena-Mena

Selasa, 4 September 2012 | 07:58 WIB
Reno Basuki (kanan) membeber perlakuan yang diterimanya, Senin (3/9). (Foto: Pujianto)
SLUKE, mataairradio.net – Reno Basuki (39), seorang guru matematika di MTs Maslakhul Huda yang dinonaktifkan pihak madrasah setempat dengan alasan yang cenderung tak jelas, menuding kepala madrasah itu telah melakukan kebohongan dan bertindak semena-mena.
Reno yang dihubungi mataairradio.net melalui saluran telepon, Selasa (4/9), mengatakan pernyataan Kepala MTs Maslakhul Huda, Sumardi kepada media yang menyebutkan bahwa pihak madrasah masih memberikan kesra (semacam honor, red.) kepadanya kendati sudah tidak lagi mendapatkan jam mengajar adalah bohong.
“Kenyataannya tidak seperti itu. Semalam sekitar pukul 19.45 WIB, ada rapat di rumah Ketua Yayasan. Saya menyampaikan langsung bantahan atas pernyataan Sumardi itu di forum rapat. Nyatanya, Sumardi yang juga hadir di rapat itu, diam saja,” katanya.
Dalam rapat itu, kata Reno, ia pun membantah pernyataan Sumardi yang menyebutkankan bahwa dirinya masih akan mendapatkan tunjangan fungsional, kendati sudah nol jam.
“Saya katakan saat itu, tunjangan fungsional yang akan cair itu adalah untuk periode Januari-Juni 2012, dimana saya memang masih aktif mengajar. Sementara ketika nanti sudah nol jam, ya jelas tidak mungkin akan mendapatkan tunjangan fungsional. Ngawur lagi dia (Sumardi, red.),” katanya.
Reno pun membeber, dalam rapat yang dihadiri 8 orang itu terkuak kalau pemberitahuan penonaktifan dirinya dari aktivitas mengajar, tidak didahului dengan koordinasi dengan pengurus yayasan.
Reno pun memang mengaku tidak pernah dipanggil untuk ditegur baik secara lisan maupun tertulis oleh pihak madrasah, sebelum lahir keputusan penonaktifan dirinya dari aktivitas mengajar pada 7 Agustus 2012.
“Jadi proses pemberian nol jam kepada saya tidak jelas alurnya, alias ngawur. Di rapat, Ketua Yayasan mengatakan kalau baru menerima pemberitahuan mengenai pemberian nol jam kepada saya setelah Wakil Kepala dan Kepala Madrasah terlebih dahulu menyampaikan keputusan itu. Ini semena-mena,” katanya.
Apalagi, lanjutnya, dirinya yang masuk bekerja di MTs Maslakhul Huda dengan rentetan prosedur itu, hanya mendapatkan keputusan penting perihal penonaktifan dirinya melalui telepon dan tiba-tiba. 
Alasan pemberian nol jam juga tidak jelas. Hanya karena tak bisa diajak kebersamaan. Namun kebersamaan yang seperti apa, pihak madrasah tak menjelaskannya secara gamblang.
“Dalam rapat itu, terungkap bahwa kebersamaan yang dimaksud adalah acara-acara seperti istigasah dan buka bersama. Namun, pemaknaan kebersamaan, mestinya untuk urusan-urusan yang bersifat kedinasan. Bukan soal di luar kantor seperti itu,” katanya.
Lantaran ada unsur berbohong dan tindakan semena-mena itu, Reno menuntut pihak yayasan mengeluarkan Sumardi dari MTs Maslakhul Huda.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan Sosial Maslakhul Huda yang menaungi MTs itu, Ahmad Santoso kepada mataairradio.net mengatakan, pertemuan semalam adalah yang pertama mempertemukan semua pihak yang bersangkutan.
“Pada pertemuan atau rapat pertama tadi malam, kami dari yayasan sebatas penjembatan atas adanya permasalahan itu. Kami akan mengupayakan jalan tengah. Namun semalam belum dibahas itu. Mungkin di rapat selanjutnya,” katanya.
Ahmad Santoso pun membenarkan tidak adanya koordinasi dari pihak madrasah kepadanya sebelum keputusan yang diberikan kepada Reno Basuki itu.
“Setelah wakil kepala madrasah dan kepala madrasah menyampaikan keputusan pemberian nol jam itu kepada Pak Reno, baru keduanya mengabarkannya kepada kami. Pertama per telepon. Hari berikutnya disusuli surat kepada yayasan,” katanya.
Pihaknya pun enggan mengomentari apakah langkah kepala madrasah dan wakilnya sudah sesuai prosedur apa belum. “Pembahasan dan keputusan lain menyangkut persoalan ini, akan kami bicarakan di rapat selanjutnya,” pungkas Santoso. (Pujianto)



3 comments
  1. Anonymous

    September 4, 2012 at 2:11 pm

    buat mardi dan dul majid: kemasi barang2mu dan tinggalkan mts sluke. Mts sluke tercinta telah ternoda karena ulahmu.

    Reply
  2. Anonymous

    September 4, 2012 at 2:17 pm

    soyo suwe gak tambah pinter, malah tambah gebleg.

    Reply
  3. Anonymous

    September 4, 2012 at 6:20 pm

    Lha ah… jebule tukang tipu, tak kiro tukang sulap.

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan