Kepala MTs Sale: Boleh Tak Bayar Infak Tapi Ada Syaratnya

Kamis, 3 Oktober 2013 | 14:25 WIB
Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri Sale. (Foto:Ilyas)

Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri Sale. (Foto:Ilyas)

SALE, MataAirRadio.net – Pihak Madrasah Tsanawiyah Negeri Sale menyikapi pernyataan keberatan dari sejumlah wali siswa terkait infak sebesar Rp250ribu untuk pembangunan asrama madrasah.

Kepala MTs Negeri Sale Masrum pada Kamis (3/10) pagi menyatakan, infak dari orang tua atau wali siswa bersifat tidak memaksa dan suka rela. Menurut Kepala Madrasah, wali siswa boleh tidak membayar infak, asalkan yang bersangkutan datang langsung ke kantor MTs dan menjelaskan alasannya.

Pihak MTs kembali menegaskan, rencana pembangunan asrama untuk program bilingual merupakan murni program madrasah. Madrasah kemudian menggandeng pihak komite untuk keperluan pembangunan asrama itu.

Masrum menjelaskan, jika pembangunan asrama selesai, siswa akan ditinggal di sana dan mereka mendapatkan pelajaran tambahan berupa pembelajaran bahasa asing; Arab dan Inggris.

Pihak madrasah, menurut Masrum, terpaksa meminta sumbangan dari wali siswa untuk membangun asrama, lantaran tidak memiliki dana yang cukup. Dana yang masuk ke sekolah selama ini, menurutnya, sudah memiliki pos-pos pengggunaan.

Masrum tidak menyebutkan jumlah keseluruhan dana yang dibutuhkan untuk membangun asrama tersebut. Ia hanya menyebutkan bahwa keseluruhan sumber dana pembangunan asrama berasal dari wali siswa, namun ada sedikit bantuan dari guru dan komite sekolah.

Ia berharap, infak dari wali siswa tidak menimbulkan polemik. Apalagi, niat pembangunan asrama adalah demi mutu pendidikan di MTs Sale yang lebih baik. MTs Negeri Sale kini memiliki 600 siswa. Jika semuanya membayar Rp250ribu, maka ada Rp150juta yang terhimpun.

Menanggapi pernyataan kepala madrasah tersebut, sejumlah orang tua atau wali siswa menganggap ada kesan infak tersebut wajib dibayar. Mereka yang keberatan pun memilih membayar secara mengangsur atau nyicil.

Mereka juga berdalih khawatir anaknya diperlakukan lain di sekolah apabila tidak membayar infak sebesar Rp250ribu, sebagaimana surat pemberitahuan dari madrasah. (Ilyas al-Musthofa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan