Cegah Peredaran Kunci Jawaban Menyesatkan, Ponsel Siswa Diproteksi

Sabtu, 13 April 2013 | 16:53 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

REMBANG, MataAirRadio.net – Kunci jawaban menyesatkan berpotensi kembali beredar pada saat pelaksanaan Ujian Nasional 2013, meskipun Pemerintah telah membuat naskah soal UN dalam 20 variasi paket soal di setiap ruang ujian.

Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Rembang Nurrohman saat dihubungi reporter MataAir Radio, Sabtu (13/4) pagi mengatakan, pihak sekolah perlu memastikan para siswa peserta ujian tidak mendapatkan akses terhadap peredaran kunci jawaban yang menyesatkan.

Salah satunya, menurut Nurrohman, bisa dilakukan dengan memproteksi telepon seluler atau ponsel milik siswa menjelang pelaksanaan ujian nasional. Peredaran kunci jawaban menyesatkan, kata dia, biasanya memanfaatkan perangkat teknologi seperti ponsel.

Nurrohman menegaskan, para siswa perlu diyakinkan agar mereka tetap fokus pada kualitas belajar, percaya pada kemampuan diri sendiri, mengabaikan informasi terkait kunci jawaban, dan berdoa.

Nurrohman yang merupakan Kepala SMK Umar Fatah menambahkan, di sekolahnya, ponsel milik siswa telah diproteksi sejak empat hari sebelum pelaksanaan UN, apalagi para siswa juga dikarantina di asrama sekolah.

Pihaknya pun telah meminta setiap siswa dan orang tua murid untuk tidak menghiraukan kunci jawaban jika nanti ada yang beredar karena memang menyesatkan.

Peredaran kunci ujian nasional menyesatkan pernah menimpa sejumlah siswa di Kabupaten Rembang pada 2011 dan 2012 lalu. Belasan siswa sebuah madrasah negeri di kabupaten ini bahkan harus menelan pil pahit, tidak lulus UN, gara-gara kepincut pada kunci jawaban yang ternyata palsu.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Rembang, Dandung Dwi Sucahyo juga mengingatkan hal senada. Ia meminta para siswa peserta UN agar tidak mudah terpancing dengan isu-isu kunci jawaban yang ujung-ujungnya justru menyesatkan. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan