Kualitas MBS Menurun

Jumat, 9 November 2012 | 20:07 WIB

MBS Menurun.

Rembang – MataAirRadio.net – Kualitas manajemen berbasis sekolah (MBS) disinyalir mengalami penurunan, sepeninggal United Nations Children’s Fund (Unicef) dari Rembang pada 2009 silam.
Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Rembang, Edi Winarno kepada reporter MataAir Radio, Rabu (24/10) mengatakan, proses pembelajaran aktif kreatif di sekolah semakin memudar.
Partisipasi masyarakat dan orang tua dalam proses pendidikan juga cenderung lemah seiring program sekolah gratis yang digulirkan Pemerintah Kabupaten Rembang. Tak hanya itu, manajemen atau pengelolaan sekolah oleh kepala sekolah juga mengalami penurunan.

Rekaman dengarkan di sini.

Edi Winarno menambahkan penurunan kualitas manajemen berbasis sekolah cenderung membuat atmosfer pendidikan di Rembang kurang bergairah.
Edi menjelaskan, ciri kegiatan manajemen berbasis sekolah adalah pendampingan. Pada medio 2008-2009, saat masih ada pendampingan dari Unicef, kualitas manajemen berbasis sekolah yang sudah dianut di hampir semua sekolah dasar di Kabupaten Rembang diapresiasi baik oleh banyak daerah.
Bahkan, saking baiknya, banyak utusan dari provinsi lain seperti Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur yang sengaja datang ke Rembang untuk menimba kunci keberhasilan. Tapi setelah ditinggalkan Unicef, kualitasnya perlahan menurun.

Rekaman dengakan di sini.

Dewan Pendidikan Kabupaten Rembang, kata Edi, merekomendasikan penggemblengan kembali 30 orang fasilitator yang pernah dilatih oleh Unicef untuk mengembalikan manajemen berbasis sekolah ke trak yang benar.
Hal itu memungkinkan sebab saat ini Dinas Pendidikan Kabupaten Rembang sedang menjalin kemitraan positif dengan sebuah LSM Internasional, Plan. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan