Komisi C Minta Klarifikasi Kepala SDN Korowelang

Selasa, 17 April 2012 | 09:07 WIB


SULANG – Komisi C DPRD Kabupaten Rembang akan meminta klarifikasi pihak SDN Korowelang, Kecamatan Sulang terkait persoalan rehabilitasi tiga ruang kelas dan satu ruang kantor di sekolah dasar tersebut, Rabu (17/4).

Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Rembang, Puji Santosa, Selasa (17/4) mengatakan, pihaknya akan menggelar pertemuan dengan pemerintah desa, kepala sekolah, dan komite SDN Korowelang itu sekitar pukul 11.00 WIB.

“Klarifikasi juga akan diikuti oleh konsultan rehabilitasi bangunan SD tersebut. Gol dari pertemuan itu adalah agar semua pihak jelas dan semua persoalan terkait rehabilitasi gedung SDN Korowelang tuntas,” terangnya.

Ia menjelaskan, pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari surat yang dilayangkan oleh masyarakat Desa Korowelang belum lama ini. “Pada pertemuan nanti, kami bersama Komisi D antara lain akan memperjelas keputusan konsultan mengenai kekuatan fondasi,” katanya.

Seperti diketahui, Kepala SDN Korowelang, Martini menyatakan bahwa menurut konsultan proyek tersebut, kondisi fondasi bangunan lama masih layak. Sementara, pihak komite dan pemerintah desa setempat meragukannya.

“Untuk memperjelas poin tentang fondasi itu, maka pada pertemuan nanti, kami perlu juga melihat terlebih dahulu gambar sebagaimana rencana anggaran dan biaya (RAB),” jelasnya.

Selain fondasi, lanjut Puji, barang-barang hasil pembongkaran dari gedung lama yang disinyalir dijual oleh pihak sekolah tanpa rembugan dengan komite dan pemerintah desa juga akan dimintakan klarifikasi.

“Terkait barang-barang bongkaran dari gedung lama, sekolah sempat menjelaskan bahwa barang-barang itu belum dijual, tetapi dititipkan kepada pihak UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Sulang. Untuk itu, pada pertemuan nanti, kami akan klarifikasi kebenarannya, termasuk ada atau tidaknya barang bukti,” katanya menambahkan.

Mengenai tidak dilibatkannya pihak komite dan pemerintah desa dalam pelaksanaan proyek senilai Rp277 juta tersebut, kata Puji, pun akan menjadi agenda pembahasan pada pertemuan yang bakal dilangsungkan setelah rapat paripurna membahas LKPJ Bupati 2011 itu.

“Pokoknya, semua harus terjelaskan secara tuntas agar para pihak legawa. Juga agar tidak ada lagi dusta atau fitnah terkait persoalan di SDN Korowelang. Nah, semua akan jelas, kalau para pihak yang tadi disebutkan datang memenuhi panggilan,” katanya menandaskan.

Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Rembang, Khairul Muttakim menambahkan, penjelasan pihak sekolah atas mekanisme perbaikan gedung atau kelas kepada pihak komite dan pemerintah desa nantinya tidak bisa dilakukan secara sepotong-potong, tetapi perlu komprehensif.

Pihaknya juga akan meminta penjelasan secara terperinci tentang peran komite sekolah dan pemerintah desa dalam perbaikan empat ruang di SD tersebut. “Termasuk bagaimana sekolah memerankan komite dan pihak desa dalam perbaikan sekolah tersebut sebagaimana peraturan perundangan yang berlaku,” terangnya. (Puji)




One comment
  1. umar bakri_rembang

    April 17, 2012 at 10:08 am

    semua pihak jangan terprovokasi, apalagi hanya mengedepankan emosi. yang terpenting bagaimana semua pihak bersatu untuk tidak mudah mengburkan apalagi menghilangkan kasus ini seolah-olah semua baik-baik saja. bahwa ada pihak-pihak dari Diknas termasuk kepala sekolah dan dewan guru yang cenderung menyimpang alias tidak beres itu ya dan harus menjadi point pertama yang harus diuji di lapangan dengan melakukan crosscek dan investigasi secara sembunyi-sembunyi, karena semua praktik kongkalikong ini dilakukan rapi dan dibawah tangan oleh suatu kekuasaan yang sangat kuat dan besar. sehingga tidak heran kalo yang tampak dipermukaan hanya ketakutan dan ketakutan, baik kepala sekolah, guru maupun komite. ini membuktikan bahwa ada hantu di proyek SD/SDLB/SMP sehingga mereka takut!
    kedua adanya kebijakan “tersembunyi” untuk barang-barang atau bahan bangunan tertentu yang dilakukan “satu pintu” jelas ini ada indikasi penekanan dan pemaksaan kepada para pelaksanaan pembangunan gedung maupun pengadaan barang dan jasa.
    ketiga adanya intimidasi kepada para pemangku kepetingan khususnya kepala sekolah dan pihak pemborong untuk menjalankan spek sesuai dengan “aturan para hantu laut” sehingga kualitas bangunan jauh menyimpang dari spek yang sangat berbahaya bagi kenyamanan, keselamatan dan kelancaran belajar mengajar.
    keempat, perlu dibongkar seluruh pihak yang tergambung dalam MAFIA PENGADAAN BARANG dan JASA dan BANGUNAN GEDUNG SD, mulai dari pengkodisian tender, pembajakan dan intimidasi kepala sekolah, permainan RAB dan Spek, levansir barang dan bahan tertentu melalui satu pintu, hingga Mafia Penyusunan dan Penyeragaman Laporan DAK yang jelas-jelas menyimpang dari RAB dan kondisi riil lapangan tetapi tetap saja lolos dan diterima penuh pertanggungjawaban.
    kelima, semua pihak yang terlibat harus dikenakan sanksi secara tegas dan jika memang terbukti dugaan kuat TIPIKOR sudah seharusnya diproses sesuai UU TIPIKOR.
    keenam, perlu adanya sistem pengawasan yang aktif yang melibatkan seluruh stakeholders yang ada. tidak ada pembangunan itu baik sendiri tanpa ada pengawasan. negara ini bukan hanya milik bupati dan antek-anteknya. sudah semestinya masyarakat turut terlibat dalam pembangunan. karena bupatipun bisa masuk penjara kalo dia bersalah. dan bupati bukan segala-galanya untuk membangun dan menegakan hukum di daerah. Teror dan intimidasi kepala para kepala sekolah untuk dimutasi atau diganti orang lain itu tidak cara yang elegan untuk membangun sistem dan dunia pendidikan di rembang.
    terakhir, sudah saatnya dibalik ketakutan yang luar biasa yang dialamai para kepala sekolah dan guru, DPRD rembang “kalo masih ada anggotanya yang masih hidup dan waras” sudah semestinya melakukan hak interpelasi kepada bupati dan para penyelenggara pendidikan di Rembang. Karena dunia pendidikan sudah benar-benar tidak sehat dan tidak berkualitas. baik mulai dari promosi, mutasi, pengembangan karir, sistem belajar mengajar hingga tingginya pungutan biaya masuk sekolah.
    selamat berjuang dan bekerja bagi anggota DPRD Rembang yang masih hidup dan waras!

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan