Guru Diimbau Tak Abaikan Penelitian Tindakan Kelas

Senin, 13 Februari 2012 | 09:39 WIB


KOTA – Dewan Pendidikan Kabupaten Rembang mengimbau para guru agar tidak mengabaikan penelitian tindakan kelas untuk pengembangan keprofesian berkelanjutan bagi diri mereka.

“Belakangan, sebagian guru menganggap aktivitas penelitian sebagai sesuatu yang sulit dan merepotkan. Padahal, aktivitas penelitian bisa dilakukan tanpa harus meninggalkan sekolah, misalnya dengan penelitian tindakan kelas (PTK),” kata Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Rembang, Edi Winarno, Senin (13/2).

Menurut Edi, dengan penelitian tindakan kelas, para guru tidak hanya akan mendapatkan model pembelajaran efektif di kelasnya dan bisa mendapatkan pengembangan keprofesian berkelanjutan, tetapi secara simultan mereka telah memenuhi salah satu syarat untuk naik pangkat.

“Sebab, seorang guru yang ingin naik pangkat, misalnya dari IVA ke IVB, dituntut untuk membuat karya tulis ilmiah. Karya tulis ilmiah yang kebanyakan merupakan hasil dari aktivitas penelitian ini sering dianggap sebagai sesuatu yang sulit untuk dilakukan, padahal tidak selalu demikian,” kata Edi.

Ia menyebutkan, saat ini komposisi guru dengan golongan pangkat IVA dan IVB sangat tidak seimbang. “Mereka yang memiliki golongan IVA lebih dominan. Mencapai 60 persen. Ini bisa menjadi salah satu indikator bahwa minat guru membuat karya tulis ilmiah masih rendah,” kata dia.

Ia juga mengemukakan, guru mestinya menyadari kembali empat hal dalam profesinya. “Guru itu mestinya mampu menyusun program, melaksanakannya, menyusun evaluasi sebagai tindak lanjut, dan melakukan penelitian. Keempatnya tidak untuk dipisah-pisahkan,” kata dia.

Melihat kondisi rendahnya minat guru untuk melakukan penelitian, belum lama ini pihaknya telah menggelar pertemuan dengan sejumlah pemerhati pendidikan untuk membahas advokasi pendidikan, salah satunya pembuatan karya tulis.

“Pada 16-18 Januari lalu, kami menggelar pertemuan tersebut. Sejumlah langkah dihasilkan dari pertemuan itu,” kata dia.

Di antaranya, kata dia, upaya menumbuhkan semangat penelitian melalui pelatihan dan fasilitasi penelitian. “Sebab, bisa jadi guru enggan melakukan ativitas penelitian karena minimnya informasi dan pelatihan,” kata dia.

Selain merangsang dilakukannya penelitian tindakan kelas, pihaknya juga akan mendorong para guru untuk kembali giat menyusun diktat. “Ada cukup banyak dampaknya. Misalnya, jika para guru giat menulis, maka muridnya akan terinspirasi melakukan tindakan serupa,” tandas dia. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan