Puluhan Warga Bogorame Bongkar Gedung SD Nyaris Ambruk

Minggu, 1 Desember 2013 | 18:25 WIB
 Sekitar 40 orang warga Desa Bogorame Kecamatan Sulang membongkar bangunan atap SD Negeri setempat, Minggu (1/12) pagi. (Foto:Puji)

Sekitar 40 orang warga Desa Bogorame Kecamatan Sulang membongkar bangunan atap SD Negeri setempat, Minggu (1/12) pagi. (Foto:Puji)

REMBANG, MataAirRadio.net – Sekitar 40 orang warga Desa Bogorame Kecamatan Sulang membongkar bangunan atap SD Negeri setempat, Minggu (1/12) pagi. Atap ruangan Kelas VI itu nyaris runtuh dan bangunannya rawan ambruk, sehingga membahayakan jika dibiarkan. Apalagi curah hujan mulai meningkat dan menambah kerentanan.

Kepala SD Negeri Bogorame Sunarto mengaku sudah berkomunikasi dengan pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Rembang sebelum membongkar bangunan atap ruangan itu. Dia mengakui, tingkat kerawanan ambruk bertambah, setelah curah hujan meningkat.

Sunarto juga mengungkapkan, belum lama ini muncul suara mencurigakan diduga akibat pergeseran dari bagian gedung. Atas dasar itu, pihaknya mengadu ke Dinas Pendidikan untuk melakukan penanganan darurat, sekaligus sebagai antisipasi bencana.

Akibat pembongkaran bagian atap ruangan, sebanyak 22 siswa di Kelas VI, kini terpaksa harus pindah ruang belajar ke Kelas II. Sementara siswa di Kelas I dan II, terpaksa masuk belajar secara bergantian pada pagi dan siang hari.

Penjabat Sementara Kepala Desa Bogorame Lasman mengaku sempat pula berkoordinasi dengan pihak sekolah, sebelum pembongkaran. Dia membenarkan, kondisi gedung sudah cukup membahayakan. Selain bangunannya miring, bagian atapnya juga rentan runtuh.

Keadaan gedung yang direhabilitasi pada 2011 ini, dinilai tidak hanya membahayakan siswa. Warga setempat pun rawan menjadi korban. Menurut Lasman, warganya sering berlalu lalang persis di belakang gedung, untuk mengambil air dari sumur setempat.

Daripada berisiko terhadap jatuhnya korban, pihaknya usul kepada sekolah agar segera bertindak. Begitu pihak sekolah atas petunjuk dinas menyetujui pembongkaran, warga menyambutnya dengan kesiapan bergotong royong. Namun dia berharap, Pemerintah segera membangun kembali gedung secara baik agar proses pembelajaran tidak lama terganggu.

Kepala Bidang Pengendali Mutu pada Dinas Pendidikan Kabupaten Rembang Budiono mengatakan, pembongkaran bagian atap salah satu ruang di SD Bogorame murni karena alasan keamanan siswa . Mengenai pembangunan kembali, Dinas Pendidikan akan mengusulkannya melalui APBD 2014. Dia tidak berkomentar lebih jauh mengenai sumber pendanaan dan teknis pembangunannya. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan