Antisipasi Menganggur, Siswa Madrasah Diajari Membuat Jamu Ternak

Kamis, 24 Mei 2012 | 07:04 WIB


BULU – Siswa Kelas III Madrasah Aliyah Ar Rahman Bulu yang sebentar lagi lulus dibekali sejumlah keterampilan oleh pihak madrasah setempat sebagai salah satu upaya agar alumnus tidak menganggur setelah tamat belajar.

Kepala MA Ar Rahman Bulu, Imam Ishlahuddin, Kamis (24/5) menuturkan, keterampilan yang diberikan kepada semua siswa kelas III madrasah tersebut antara lain keterampilan menjahit, mengoperasikan komputer, memasarkan produk, membuat ransum untuk ternak bernilai gizi tinggi seperti fermentasi jerami, dan keterampilan membuat jamu untuk ternak.

“Kami sadari tidak banyak alumnus yang memilih melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Sebab, sebagian besar alumnus memilih untuk bekerja setelah lulus,” terang Imam.

Padahal, lanjut dia, belum tentu semua alumnus madrasah yang berlokasi di Desa Lambangan Kulo Kecamatan Bulu itu, bisa langsung masuk ke dunia kerja karena persaingan yang cukup kompetitif.

“Mereka yang lulus dari madrasah ini tidak boleh menganggur. Ada 33 siswa yang akan lulus pada tahun ajaran ini. Jika mereka belum bisa diterima di dunia kerja, maka mereka masih bisa berbuat dan menghasilkan sesuatu dari berwirausaha. Karena itu, kami memberikan bekal keterampilan kepada mereka,” tandas dia.

Pihak madrasah memberikan bekal keterampilan tersebut melalui sebuah pelatihan yang diselenggarakan intensif selama lebih dari 20 hari atau sejak 2-24 Mei 2012 sehingga praktis setelah mengikuti ujian nasional, para siswa tidak begitu saja bersantai di rumah.

“Alhamdulillah niat baik kami ini mendapatkan dukungan berupa bantuan tenaga tutor dari Dinas Pertanian dan Kehutanan serta Dinsosnakertrans (Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi) Kabupaten Rembang, sehingga pelatihan berlangsung cukup efektif,” kata Imam.

Imam menyebutkan, dari pelatihan yang baru digelar untuk pertama kali itu, sebagian hasilnya sudah bisa langsung dirasakan siswa. “Antara lain, siswa sudah bisa membuat jamu ternak hingga 30 liter. Ada pula setumpuk jerami berfermentasi yang siap digunakan sebagai pakan ternak, hasil keterampilan siswa,” katanya.

Tak hanya itu, menurut dia, tiga orang siswa peserta pelatihan itu langsung diminati sebuah perusahaan garmen di Solo. “Sebetulnya lima lulusan kami yang diminta masuk, namun baru tiga yang siap,” ujar dia.

Khusus mengenai keterampilan membuat ransum untuk ternak bernilai gizi tinggi dan jamu ternak, Imam menjelaskan, pemberian keterampilan tersebut dipilih lantaran di lingkungan sekitar siswa, banyak penduduk yang memiliki ternak sapi dan kambing.

“Setidaknya, orang tua masing-masing siswa memiliki ternak, baik sapi maupun kambing, sehingga keterampilan tersebut hampir pasti langsung bermanfaat,” kata dia.

Melihat gambaran keberhasilan pelatihan kali pertama ini, menurut Imam, pihak madrasah berniat menyelenggarakan kegiatan serupa pada tahun mendatang.

“Mungkin tidak lagi satu bulan, tetapi 2-4 bulan. Karena seperti keterampilan menjahit, satu bulan berlatih tidak lah cukup. Demikian juga keterampilan lainnya. Khusus keterampilan mengoperasikan komputer, kami akan menitikberatkan pada desain grafis untuk program pada tahun depan,” tandas dia.

Amroni salah seorang siswa madrasah tersebut mengaku terbantu dengan program kreatif madrasahnya itu yang digelar sebelum dirinya masuk ke dunia kerja.

“Soal ransum untuk ternak dan jamu ternak kami terbilang cepat terampil. Selain caranya yang relatif mudah, bahan-bahannya juga cukup gampang ditemui di sekitar kami. Apalagi, orang tua memiliki seekor sapi dan kambing. Jadi bermanfaat,” tandas Amroni yang kini diterima untuk bekerja di PT Pama Persada Nusantara, Kutai Barat, Kalimantan Timur.

Ia menandaskan, alumnus MA seperti dirinya memang tidak akan cukup bisa bersaing di pasar kerja, kecuali memiliki keterampilan yang mumpuni. “Karena itu, apa yang diupayakan pihak madrasah untuk membekali kami dengan keterampilan benar-benar bermanfaat,” tandas dia yang berasal dari Desa Karangasem kecamatan setempat itu. (Puji)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan