2012, Sekolah Mestinya Bebas dari Atap Asbes

Kamis, 19 April 2012 | 06:30 WIB


KOTA – Komisi C DPRD Kabupaten Rembang meminta Dinas Pendidikan setempat menginventarisasi sekolah-sekolah yang masih beratap asbes. Pasalnya, tahun ini, Pemerintah menargetkan semua sekolah sudah tidak lagi beratap asbes alias sudah menggunakan genting.

“Pemerintah telah menargetkan semua sekolah bebas dari atap asbes pada 2012. Mestinya, Dinas Pendidikan peka pada kebijakan Pemerintah ini dan segera menginvetarisasi sekolah-sekolah yang belum beratap genting agar diusulkan diperbaiki,” kata anggota Komisi C DPRD Kabupaten Rembang, Puji Santosa, Kamis (19/4).

Pihaknya mensinyalir masih ada sekolah terutama sekolah dasar yang ruang kelasnya beratap asbes. Misalnya saja SDN Karangsari Kecamatan Sulang. Hampir semua lokal di sekolah itu beratap asbes, kecuali ruang perpustakaan yang telah beratap genting. Itu pun belum lama ini.

Disebutkan, gedung sekolah yang masih beratap asbes umumnya dibangun sekitar tahun 1970. “Demi kenyamanan siswa, mestinya pihak sekolah dan dinas pendidikan tetap ada upaya mengajukan renovasi menjadi atap genting,” tandasnya.

Pihak sekolah, menurut Puji, perlu proaktif dalam melaporkan kondisi aset yang dimiliki untuk upaya perbaikan atau renovasi dan segera mengusulkannya ke Pemerintah. “Saya rasa harus proaktif, sebab kepala sekolah yang paling paham kondisi,” tegasnya.

Puji yang juga Ketua Badan Legislasi DPRD itu meminta jangan sampai proses kegiatan belajar mengajar terganggu akibat atap ruang kelas yang masih asbes. “Jika atapnya masih asbes, siswa tentu tidak nyaman lantaran ruangan panas atau bocor saat turun hujan. Padahal, sudah banyak bangunan sekolah lain dalam kondisi lebih baik,” ujar dia seraya menambahkan atap genting lebih teduh daripada asbes.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Rembang Dandung Dwi Sucahyo mengatakan, sekolah telah banyak didorong untuk memanfaatkan kebijakan dari Pemerintah tentang perbaikan sekolah rusak kepada Pemerintah.

“Memang ada sekolah yang masih beratap asbes. Namun, jumlahnya sangat sedikit. Itu pun kami telah mendorong sekolah untuk mengajukan perbaikan, misalnya melalui program Penuntasan Rehabilitasi Sekolah Rusak tahun ini. Tidak hanya atap tetapi juga bagian lain dari gedung yang mengalami kerusakan,” tandas dia.

Tahun ini, Kabupaten Rembang mendapatkan program Penuntasan Rehabilitasi Sekolah Rusak untuk merehabilitasi sebanyak 222 lokal sekolah dasar. Sekolah-sekolah penerima program dari Pemerintah Pusat tersebut saat ini tengah merealisasikan program rehabilitasi dan dijadwalkan beres pada Juli 2012. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan