Rentan Aksi Tawuran, Alun-Alun Tetap Ajang Popda

Senin, 27 Februari 2012 | 08:56 WIB


KOTA – Penggunaan Alun-Alun Kota Rembang untuk menghelat pertandingan salah satu cabang dalam ajang pekan olahraga pelajar daerah (Popda) setempat belum akan dievaluasi penyelenggara kegiatan itu, meski dalam dua tahun terakhir lokasi tersebut cukup terbuka dan rentan dengan aksi tawuran.

“Meski rentan dengan aksi tawuran, Alun-Alun Kota Rembang masih akan digunakan untuk menghelat pertandingan salah satu cabang olahraga di ajang Popda, terutama bola voli. Sebaba, di Rembang tak banyak sarana serupa yang bisa digunakan,” kata Wakil Ketua Panitia Popda 2012 Kabupaten Rembang, Muslim, Senin (27/2).

Pihaknya mengaku belum akan mengusulkan evaluasi terhadap penggunaan Alun-Alun untuk gelaran Popda kepada Pemerintah Kabupaten setempat. “Kalau penggunaan Alun-Alun Kota Rembang dievaluasi, atau misalnya tidak lagi boleh digunakan, lantas mau dialihkan ke mana?” kata dia.

Menurut catatan, aksi tawuran yang melibatkan sejumlah pelajar SMKN 1 Rembang dan SMKN 2 Rembang pada Senin (27/2) sekitar pukul 10.45 WIB, juga terjadi tahun lalu. Namun, pelajar yang terlibat bukan dari kedua sekolah menengah kejuruan negeri tersebut.

“Ke depan, kami akan mengusulkan agar panitia mempersiapkan pengamanan sedini mungkin. Sebab, meski hanya kegiatan di tingkat kabupaten, tak dapat dipungkiri bahwa gelaran salah satu cabang olahraga bisa memicu gesekan antarsuporter. Bukan mengusulkan agar alun-alun tidak usah dipakai,” kata dia.

Selain itu, imbuh dia, setelah gelaran Popda 2012, pihaknya akan mengusulkan agar pada masa mendatang, pihak sekolah bisa memberikan dampingan penuh kepada peserta didiknya yang ikut datang untuk memberikan dukungan.

“Guru masih cukup bisa diandalkan untuk meredam gesekan yang disebabkan saling ejek antarsuporter ketika tim dari masing-masing sekolah bertanding,” kata dia. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan