PSIR Segera Daftarkan Pemain Divisi Utama ke PSSI

Senin, 5 Januari 2015 | 19:14 WIB
Mantan Manajer skuat oranye, Siswanto saat diwawancarai reporter mataairradio.com.

Mantan Manajer skuat oranye, Siswanto saat diwawancarai reporter mataairradio.com.

 

REMBANG, mataairradio.com – Klub PSIR Rembang akan segera mendaftarkan para pemain yang akan diturunkan pada kompetisi Divisi Utama musim ini.
Padahal, sampai dengan Senin (5/1/2015) siang, pengelola klub berjuluk Laskar Dampo Awang ini, belum jelas.

Rencana mendaftarkan pemain PSIR untuk Divisi Utama 2015, diungkapkan oleh bekas Manajer skuat oranye, Siswanto.

Dia mengaku mengikuti rapat di PSSI pada 4 Januari kemarin, yang membahas teknis kompetisi kasta kedua.

“Sesuai dengan hasil rapat PSSI, klub diperbolehkan mendaftarkan dulu para pemainnya, dengan catatan tidak memiliki tanggungan gaji pemain pada Divisi Utama musim lalu,” ungkapnya.

Mengenai legalitas pengelola klub sebagai penanggung jawab para pemain, versi Siswanto bisa disusulkan.

Sepulang rapat di PSSI yang salah satu keputusannya masih kukuh melarang penggunaan pemain asing di Divisi Utama, Siswanto mengaku sempat bertemu dengan Plt Bupati Abdul Hafidz bersama tiga orang dari Pengcab PSSI Rembang masing-masing Ketua Wahyu Adi Hermawan, Bendahara Budi Suharto, dan Divisi Pelatih Haryanto.

“Inti dari pertemuan tersebut adalah mencari solusi masa depan PSIR. Kami juga sempat menanyakan komitmen Plt Bupati Rembang untuk menyelamatkan PSIR. Hasil rapat PSSI di Jakarta kami sampaikan juga,” katanya.

Dia menambahkan, dengan materi pemain PSIR yang asli Rembang, asumsi dana yang dibutuhkan klub untuk pembiayaan selama satu musim “hanya” Rp1,2 miliar.

“Angka tersebut yang paling irit untuk ukuran klub Divisi Utama,” imbuhnya.

Ketua Pengcab PSSI Rembang Wahyu Adi Hermawan yang dikonfirmasi juga mengatakan, PSIR akan memprioritaskan pendaftaran pemain. Soal pengelola klub, akan disusulkan kemudian.

“Kalau penyandang dananya sudah ada,” katanya.

Dia mengakui, ganjalan yang masih ada adalah menyangkut legal formal pengelola PSIR. Idealnya, PSIR memiliki PT sendiri, namun jika langkah itu yang ditempuh, waktunya lama di tingkat Kementerian Hukum dan HAM.
“Ada kemungkinan PSIR meminjam “bendera” PT RSM sebagai syarat kompetisi,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan