Laga Tandang PSIR vs Bontang FC Ditunda

Sabtu, 7 September 2013 | 14:45 WIB
Tim PSIR Rembang ketika berlatih di stadion Krida Rembang. (Foto:AFTA)

Tim PSIR Rembang ketika berlatih di stadion Krida Rembang. (Foto:AFTA)

REMBANG, MataAirRadio.net – Laga tandang PSIR melawan Bontang FC di Stadion Mulawarman Bontang Kalimantan Timur pada 8 September ini, ditunda oleh operator liga PT Liga Prima Indonesia Sportindo atau LPIS.

Informasi terkini yang diterima manajemen klub, pertandingan Laskar Dampo Awang melawan Laskar Khatulistiwa, baru akan digelar pada 22 September nanti.

Namun Manajer PSIR Siswanto mengungkapkan, pengendali klub atau CEO PT Rembang Sportindo Mandiri belum memberikan keputusan terkait penyikapan penundaan laga tersebut.

Saat ini, menurutnya, yang dilakukan manajemen hanya meminta para pemain dalam kondisi “on-call” atau siap setiap saat apabila dihubungi oleh klub untuk kembali berlatih.

Pelatih PSIR Haryanto mengatakan, kini hampir semua pemain, kecuali pemain asli Rembang tidak berlatih. Pemain lokal pun hanya sebatas berlatih secara sukarela.

Haryanto hanya meminta kepada para pemain muda untuk menjaga kebugaran dan stamina, mengingat status mereka yang kini merupakan pemain profesional.

Dirinya pun mengaku siap menemani para pemain muda itu berlatih. Untuk mengumpulkan semua pemain agar kembali latihan, Haryanto mengaku tetap menanti keputusan manajemen.

Sementara itu, setelah pertandingan melawan Bontang FC ditunda, PSIR kini segera dihadapkan dengan laga kandang menjamu Perseman Manokwari pada 12 September dan menjamu PSM Makasar pada 15 September ini.

Namun, sampai dengan Sabtu (7/9) ini, belum ada tanda-tanda dari Panitia Penyelenggara Pertandingan (Panpel) PSIR untuk menggelar pertandingan di Stadion Krida Rembang. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan