PSIR Akhirnya Dibekukan Sementara

Senin, 11 Mei 2015 | 17:23 WIB
Ilustrasi. (Foto: mataairradio.com)

Ilustrasi. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – PSIR Rembang akhirnya dibekukan sementara oleh manajemen klub. Keputusan ini setelah PT Liga menghentikan semua kompetisi lantaran PSSI dibekukan oleh Menpora. PT Liga pun belum pasti menggelar turnamen pengganti seperti wacana yang berkembang.

Manajer Keuangan PSIR Syaiful Burhan mengaku belum berbicara mengenai pembubaran Laskar Dampo Awang seperti yang sudah dilakukan oleh Persis Solo.

“Kami masih ingin mempertahankan tim agar jika sewaktu-waktu ada turnamen, klub tidak kelabakan,” katanya kepada mataairradio, Senin (11/5/2015).

Menurutnya, sikap mengambang PSIR tidak memberatkan manajemen. Sebab ketika pemain di-“off”-kan, mereka tidak digaji. Baru ketika turnamen jadi diputar, gaji pemain kembali diaktifkan.

“(Pada kondisi beku seperti sekarang) Manajemen akan fokus membayar tunggakan gaji pemain di bulan April,” tandasnya.

Burhan menegaskan, pemberhentian pemain secara sementara, berlaku efektif per bulan Mei ini. Soal pembayaran tunggakan gaji apakah dibayar separuh atau penuh, dia baru akan merundingkannya dengan personel manajemen yang lain.

“Pemain kan sudah “off” latihan sejak pertengahan April,” bebernya.

Sekretaris KONI Rembang ini mengakui, belum menyampaikan keputusan membekukan sementara tim, kepada setiap pemain, termasuk soal pembayaran tunggakan gaji.

“(Pada kondisi normal) PSIR mesti merogoh Rp100 juta per bulan untuk membayar gaji, uang makan, serta gizi bagi pemain dan pelatih,” katanya.

Khusus mengenai pertimbangan mengikuti turnamen yang akan digelar PT Liga, Burhan tidak risau disebut liar atau membangkang keputusan Pemerintah.

“Turnamen itu tidak di bawah PSSI atau sekadar untuk mewadahi tim yang tidak jadi berlaga di Divisi Utama. Apalagi sampai Senin (11/5/2015) ini, tim transisi juga masih tidak jelas (kerjanya),” tegasnya.

Sementara itu, sejak keputusan penghentian kompetisi oleh PSSI dan PT Liga, para pemain dan pelatih PSIR kembali pada aktivitasnya masing-masing. Bagi pemain, ada yang fokus bekerja sebagai pegawai lepas di sejumlah instansi Pemerintah. Ada pula yang mengikuti turnamen antar-kampung.

Sementara Karteker Pelatih PSIR Masrukin mengaku memilih kembali berkebun, sembari menanti kebijakan baru dari Pemerintah, PSSI, dan PT Liga. Dia sendiri menyayangkan penghentian kompetisi, karena penyiapan bibit muda pemain sepak bola menjadi terhambat.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan