Pemain PSIR Dilarang Bermain di Kompetisi Lokal

Rabu, 28 Agustus 2013 | 16:52 WIB
 Haryanto, Pelatih PSIR (Foto:Rif)

Haryanto, Pelatih PSIR (Foto:Rif)

REMBANG, MataAirRadio.net – Para pemain sepakbola asli Rembang yang merumput bersama PSIR dilarang bermain di kompetisi lokal Divisi Utama Pengcab PSSI Rembang, apalagi liga tarkam atau antarkampung. Larangan tersebut dikeluarkan tim Pelatih PSIR karena para pemain sedang libur akibat ketidakjelasan kompetisi Liga Prima Indonesia.

Pelatih PSIR Haryanto yang dihubungi Rabu (28/8) siang mengatakan, karena PSIR sudah berstatus klub profesional, pemain yang masih terikat kontrak dilarang merumput di kompetisi lokal atau liga amatir. Jika ketahuan badan liga PSSI, mereka bisa di-drop statusnya dari pemain profesional ke pemain amatir.

Sebagai pelatih, dirinya menyerahkan tanggung jawab menjaga profesionalitas kepada setiap pemain. Namun Haryanto mengaku sudah berkomunikasi dengan Pengcab PSSI Rembang untuk mengedepankan profesionalitas dalam menggelar kompetisi.

Namun larangan dari tim pelatih PSIR, tak senada dengan pernyataan Pengendali Laskar Dampo Awang. CEO PT Rembang Sportindo Mandiri Charis Kurniawan justru bersikap lunak dengan memperbolehkan pemain PSIR bermain di kompetisi lokal bahkan liga tarkam.

Charis tidak menjelaskan alasannya mengizinkan pemain PSIR berlaga di kompetisi lokal. Ia menegaskan, pengendali klub tidak akan mengekang pemain. Menurutnya, pemain mestinya bisa bersikap dengan status pemain profesional yang mereka sandang.

Charis mengakui, sikapnya terhadap pemain berkaitan dengan kendala keuangan yang kini dialami klub. Meski demikian, pengelola tengah berupaya membayar kewajiban klub terhadap para pemain. Diakuinya pula, PSIR menunggak satu bulan gaji pemain. Pemain belum gajian bulan Agustus ini.

Seperti diketahui, kompetisi lokal Divisi Utama Pengcab PSSI Rembang akan digelar September mendatang. Sepuluh klub akan meramaikan kompetisi tahunan tersebut. Tahun lalu, ada sejumlah pemain PSIR yang bermain di klub lokal.

Sebut saja Suyono Terong yang membela Mahesa FC Rembang, Effendi Bendot yang bergabung dengan Brantas FC Tasikagung Rembang, dan Rudi Santoso yang membela Cahaya Muda FC Kumendung Rembang. Namun saat itu, manual liga masih memberikan peluang bagi mereka untuk bermain di kompetisi lokal. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan