Lenglolo Betah Di Rembang

Sabtu, 28 April 2012 | 11:53 WIB


KESUKSESAN PSIR nangkring di papan tengah klasemen sementara Grup II Divisi Utama Liga Prima Indonesia musim 2011-2012 tak lepas dari peran seorang Cristian Lenglolo.

Kendati menjadi pemain beken, eks pemain Sriwijaya FC tersebut terbilang rendah hati dan ramah. Saat suararembang menyapanya seusai pertandingan kandang PSIR kontra PSIS beberapa pekan lalu, sesungging senyum langsung mengembang dari pria asal Kamerun ini.

“Terima kasih untuk dukungannya,” ucap kapten PSIR itu ketika salah seorang suporter menghampirinya untuk foto bareng. “Saya senang dan betah tinggal di Rembang,” sambungnya ketika suararembang mulai mengawali perbincangan.

Christian Lenglolo lahir 28 Mei 1985. Ia seorang mualaf dan menikahi Febi Agnes Miranda, wong kito (sebutan untuk orang asli Palembang). “Saya belum berpikir pindah dari PSIR setelah musim ini berakhir,” lanjut dia.

Ia mengaku kebersamaan para pemain di tim dan keramahan masyarakat setempat menjadi alasan dirinya berpindah dari Rembang. “Kalau dipercaya lagi oleh manajemen untuk membela PSIR, saya tak berkeberatan,” tutur dia.

Apalagi, di tim, ia bukan satu-satunya pemain berkebangsaan Kamerun. “Ada Erick (Erick Awoundja Ndzomo) dan Abu (Abunaw Cletus Lapula) yang juga bisa diajak sharing selama di Rembang,” kata dia.

Sejauh ini, Cristian Lenglolo yang juga pernah membela Persema pada 2009 telah menyumbang empat gol untuk PSIR. Perannya terbilang penting di setiap laga Laskar Dampo Awang.

“Lenglolo adalah pemain yang cukup dewasa. Karena itu, kami mempercayakan ban kapten kepadanya. Ia memiliki kestabilan mental yang cukup baik,” terang Kepala Pelatih PSIR, Haryanto belum lama ini.

Haryanto mengaku juga pernah mendengar langsung dari bibir Lenglolo, kalau kerasan di Rembang. “Ia memang mengaku kalau betah di Rembang,” kata eks Pelatih PSIR U-23 itu.

Haryanto bahkan pernah dimintai saran oleh Lenglolo, cara agar tetap diizinkan merumput bersama PSIR. “Ketika ditanya seperti itu, saya hanya bilang, tunjukkan kemampuan dan kedisplinan serta profesionalisme seorang pesebakbola. Dengan begitu, manajemen akan menaruh ‘respect’,” tandas dia.

Lenglolo, lanjut Haryanto, juga pemain yang memiliki skill individu di atas rata-rata. “Penetrasinya ke daerah pertahanan lawan kerap merepotkan. Ia juga memiliki akurasi tendangan bebas yang baik,” imbuh dia.

Ia berharap, Lenglolo bakal mempertahankan profesionalisme dan kemampuannya. “Jika konsistensinya terus terjaga, bukan tidak mungkin manajemen bakal menggunakannya lagi,” tandas dia. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan